Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ahli Sebut Faktor Genetik Penyebab Utama Kanker pada Anak

📅 Senin, 19 Feb 2024, 14:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ahli Sebut Faktor Genetik Penyebab Utama Kanker pada Anak Doc: antarafoto
Ket. Ilustrasi Hari Kanker Anak Internasional.

JAKARTA - Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr dr Teny Tjitra Sari mengungkapkan adanya gangguan pada faktor genetik merupakan penyebab utama kanker yang terjadi pada anak.

"Kanker anak itu lebih banyak, mungkin penyebabnya adalah adanya faktor genetik yang berperan," katanya dalam diskusi mengenai kesehatan anak yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (19/2).

Teny mengungkapkan gangguan pada genetik seorang anak yang menyebabkan kanker bukan hanya gangguan yang diturunkan dari orang tua, namun juga mutasi genetik yang bisa terjadi saat anak bertumbuh kembang.

"(Mutasi genetik) itu juga bisa menjadikan tubuhnya (terkena) kanker, tetapi ada juga yang kebanyakan memang karena interaktif berbagai hal gitu, ya, dia juga bisa menimbulkan kanker jadi bukan semata-mata karena genetiknya saja gitu," ucapnya.

Menurut Teny, infeksi yang berasal dari berbagai macam hal seperti makanan dan asap rokok juga dapat diderita oleh anak-anak, tidak hanya orang dewasa saja. Sehingga, ia mengimbau kepada para orang tua untuk mewaspadai adanya kanker yang juga bisa diderita oleh anak sejak kecil.

Beberapa tanda kanker pada anak, ucapnya, umumnya berupa benjolan yang dihasilkan tanpa sebab, kejang, jalan tidak seimbang atau sempoyongan, serta demam yang berdurasi panjang hingga lebih dari dua pekan. Untuk itu, Teny mengimbau kepada para orang tua untuk segera memeriksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika menemukan gejala-gejala kanker pada anak, agar anak segera mendapatkan perawatan medis.

Senada dengan Teny, sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan deteksi dini terhadap kanker merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk meningkatkan peluang kesembuhan penyakit kanker.

"Satu yang paling penting, harus deteksi dini. Kalau ketahuannya cepat, 90 persen bisa sembuh. Kalau ketahuannya terlambat, 90 persen wafat," katanya.

Menurut data Globocan tahun 2020, jumlah penderita kanker pada anak (0-19 tahun) sebanyak 11.156 jiwa. Dari angka itu, leukemia menempati posisi pertama dengan 3.880 kasus (34,8 persen), sedangkan kanker getah bening dan kanker otak masing-masing dengan 640 kasus dan 637 kasus (5,7 persen).

Meski demikian, Menkes Budi mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2021 menyebutkan kanker anak yang dapat disembuhkan di Indonesia hanya kurang dari 30 persen kasus.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah berupaya meningkatkan layanan skrining dengan melengkapi 10.000 puskesmas di 514 kabupaten/kota di Indonesia dengan alat deteksi dini kanker, sehingga masyarakat dapat melakukan deteksi dini kanker dengan mudah.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Nasional
Bupati Pati nonaktif Sudewo...
Nasional
Kepala Bapanas: Pemerintah ...

Kejuaraan hadang tingkat pelajar

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Kejuaraan hadang tingkat pe...
Daerah
Bantuan alsintan modern unt...

Penumpukan sampah di Kabupaten Gowa

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Penumpukan sampah di Kabupa...
Luar Negeri
Mesir Gandeng Teknologi Tio...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.