- Home
-
- Luar Negeri
-
- Biden Sebut Kematian Naval...
Biden Sebut Kematian Navalny Tunjukkan Pentingnya AS Bantu Ukraina
Minggu, 18 Feb 2024, 08:39 WIBWASHINGTON - Presiden AS Joe Biden mengatakan pada Jumat (16/2) bahwa kematian tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny menjadi motivasi bagi Kongres AS untuk memberikan bantuan lebih lanjut untuk Ukraina.
"Tragedi ini mengingatkan kita akan pertaruhan yang terjadi saat ini. Mari kita sediakan dana agar Ukraina dapat terus mempertahankan diri," kata Biden saat memberikan pernyataan mengenai kematian Navalny.
"Saya berharap kepada Tuhan ini membantu," lanjut Biden.
Sebelumnya, dinas penjara Rusia mengatakan bahwa Navalny meninggal saat dipenjara, dan menambahkan bahwa penyelidikan atas penyebab kematiannya sedang dilakukan. Biden dan pejabat AS lainnya menuduh Presiden Vladimir Putin bertanggung jawab atas kematian Navalny.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan para pejabat AS harus "menahan diri" dan menunggu hasil pemeriksaan medis sebelum mengomentari mengenai kematian Navalny.
Menariknya, Pemerintah AS menganggap kematian Navalny lebih penting daripada kematian jurnalis Gonzalo Lira, seorang warga negara AS di penjara Ukraina, kata kementerian tersebut.
Kemenlu Rusia menyatakan, para pemimpin asing dan media menyiapkan tuduhan serupa sebelum kematian Navalny, serta menyebut tindakan mereka sebagai oportunisme moral.
Kematian Navalny terjadi di tengah upaya Kongres AS untuk memberikan bantuan kepada Ukraina sebagai bagian dari kesepakatan produk perundang-undangan yang lebih luas.
Senat AS meloloskan rancangan undang-undang pengeluaran sebesar 95 miliar dolar AS (sekitar Rp1,48 kuadriliun) dengan bantuan untuk Ukraina dan Israel.
Namun, Ketua DPR AS Mike Johnson mengatakan bahwa dia tidak berencana mengadakan pemungutan suara mengenai undang-undang tersebut di DPR AS.
Sekelompok anggota DPR AS lintas partai juga siap mengeluarkan rancangan undang-undang pengeluaran sebesar 66 miliar dolar AS (sekitar Rp1,03 kuadriliun) dengan bantuan untuk Ukraina dan Israel, serta langkah-langkah keamanan perbatasan AS.
Namun, anggota DPR AS dijadwalkan baru akan melanjutkan pembahasan legislatif pada tanggal 28 Februari.
Biden berpendapat bahwa Anggota DPR seharusnya menyetujui bantuan Ukraina daripada menjalani "liburan selama dua pekan".
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Warga Daerah Tetap Bersemangat Melestarikan Situs
-
Transfer Teknologi Panas Bumi, Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Proyek Global
-
Atraksi Drone Spektakuler di Bundaran HI, Perjalanan Indonesia Sukses Bikin Terpukau
-
Perda RPPLH Disahkan, Jakarta Punya Kompas Pembangunan 30 Tahun
-
La Liga Spanyol: Kang-In Lee dan Alex Baena Antar Atletico Madrid Menang di Laga Pembuka Musim 2026-2027
-
LRT Jabodebek Targetkan 30 Juta Penumpang pada 2026
-
Manchester United Segera Diperkuat Empat Pemain Senior, Bruno Fernandes Siap Kembali
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.