Siap Layani Caleg Gagal, Poli Kesehatan Jiwa RSUD Mataram Kerja Sama dengan RSJ NTB

Jumat, 16 Feb 2024, 09:23 WIB

MATARAM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah menyiapkan Poliklinik Kesehatan Jiwa dan siap melayani calon legislatif (caleg) gagal dalam Pemilu 2024 yang terganggu kesehatan mentalnya.

"Kami punya dokter spesialis kesehatan jiwa. Jadi kalau ada caleg yang mengalami stres dengan gejala gangguan atau kekacauan mental dan emosional bisa datang ke poliklinik tersebut," kata Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Mataram dr Hj Eka Nurhayati di Mataram, Jumat (16/2).

Ia mengatakan, pada poliklinik tersebut caleg yang dinyatakan gagal menjadi anggota legislatif setelah bertarung dalam Pemilu 2024, juga bisa mendapatkan layanan konsultasi psikologi.

"Layanan ini tentu kita buka juga untuk masyarakat umum, tidak hanya melayani caleg gagal," katanya.

Dalam layanan di Poliklinik Kesehatan Jiwa tersebut, RSUD Kota Mataram juga bekerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kerja sama itu dimaksudkan untuk pemberian layanan lanjutan kepada pasien yang terindikasi membutuhkan layanan medis lebih lanjut sesuai dengan kategori tingkatan stres.

"Kalau kondisi pasien perlu penanganan lebih lanjut dan maksimal, kita akan berikan rujukan ke RSJ Provinsi NTB," katanya.

Lebih jauh Eka mengatakan, dari pengalaman selama ini biasanya penyakit yang muncul akibat tekanan mental dan emosional adalah penyakit kronis seperti, jantung, hipertensi, dan stroke.

Orang stres, katanya, memicu kenaikan tekanan darah dan secara otomatis terjadi pengentalan darah sehingga yang punya riwayat penyakit jantung, stroke dan penyakit kronis lainnya biasanya kambuh.

"Hal itulah yang kita antisipasi. Kenaikan jumlah pasien penyakit kronis seperti serangan stroke dan jantung," katanya.

Terkait dengan itulah, lanjut Eka, pihaknya sudah menyiapkan layanan Poliklinik Kesehatan Jiwa sebagai langkah antisipasi.

Pasalnya, dari pengalaman tahun sebelumnya kadang ada yang datang hanya untuk konsultasi tapi tidak atas nama caleg. Selain itu, kadang petugas juga tidak tahu kalau mereka caleg.

"Keluhan mereka rata-rata tidak bisa tidur, nyeri dada, tekanan darah naik, serangan mendadak penyakit kronis, sehingga mereka melakukan medical check up," katanya.

Hanya saja, tambah Eka, sampai H plus dua pelaksanaan Pemilu 2024, belum ada laporan terkait caleg gagal masuk ke Poliklinik Kesehatan Jiwa.

"Kondisi ini mungkin karena proses penghitungan perolehan suara masih berjalan," katanya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.