Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Brimob Salurkan 5.000 Paket Sembako untuk Korban Bencana di Jateng

📅 Jumat, 16 Feb 2024, 16:11 WIB | Oleh:
Brimob Salurkan 5.000 Paket Sembako untuk Korban Bencana di Jateng Doc: ANTARA/HO-Humas Koprs Brimob
Ket. Wadankorps Brimob Polri Irjen Pol. Ramadhani Hidayat melepas keberangkatan bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak bencana banjir di Provinsi Jawa Tengah, Kamis (15/2).

Jakarta -- Korps Brimob Polri menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 5.000 paket sembako untuk warga terdampak bencana alam di Provinsi Jawa Tengah.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, Wakil Komandan Korps Brimob Polri Irjen Pol. Ramadhani Hidayat melepas pendistribusian 5.000 paket sembako menggunakan truk operasional Brimob yang diberangkatkan dari Mako Korps Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Kamis (15/2).

"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak," kata Ramadhani.

Bantuan kemanusiaan tersebut sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Bantaun dikirim ke enam kecamatan yang terdampak bencana banjir di Jawa tengah, yakni Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Gajah, Kecamatan Mijen, Kecamatan Karangawen, Kecamatan Wonosalam, dan Kecamatan Demak.

Banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi sehingga mengakibatkan beberapa tanggul tidak mampu menahan derasnya aliran air.

Beberapa daerah yang terdampak banjir parah di Jawa Tengah seperti Demak dan Grobogan yang merupakan daerah penghasil beras.

Berdasarkan informasi Pusdalops BNPB diketahui hujan deras yang terjadi sejak Senin (5/2) sore menyebabkan Sungai Lusi, Sungai Serang, dan Sungai Tuntang tidak mampu menampung debit air hingga meluap sampai pemukiman warga. Banjir tersebut juga diperparah akibat kiriman air dari daerah hulu Grobogan.

Setidaknya banjir telah menggenangi sebanyak 2.822 unit rumah penduduk, memutus akses lalu lintas di jalan raya Purwodadi-Gubug. Kemudian merusak talud dan rabat beton, 56 hektare lahan persawahan di Desa Karangpasar, Kecamatan Tegowanu, dan juga sempat menghambat jalur Kereta Api di KM 32+5/7 petak jalan antara Stasiun Karangjati - Stasiun Gubug.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.