- Home
-
- Luar Negeri
-
- Sejumlah Raksasa AI Susun ...
Sejumlah Raksasa AI Susun Kerja Sama Perangi 'Deepfake' Jelang Pemilu Global
Rabu, 14 Feb 2024, 13:37 WIBWASHINGTON - Raksasa teknologi termasuk Meta, Microsoft, Google, dan OpenAI sedang menyusun perjanjian untuk bersama-sama menindak konten AI yang dimaksudkan untuk menipu pemilih menjelang pemilu penting di seluruh dunia tahun ini, kata perusahaan-perusahaan yang terlibat pada Selasa (13/2).
Saat ini perusahaan-perusahaan tersebut sedang menegosiasikan apa yang disebut "kesepakatan" mengenai 'deepfake' dan konten berbahaya lainnya akan diumumkan pada konferensi Keamanan Munich pada Jumat mendatang.
"Pada tahun yang kritis bagi pemilu global, perusahaan-perusahaan teknologi berupaya mencapai kesepakatan untuk memerangi penggunaan AI yang menipu dan menyasar para pemilih," kata juru bicara Meta dalam sebuah pernyataan melalui email kepada AFP pada Selasa.
"Adobe, Google, Meta, Microsoft, OpenAI, TikTok, dan lainnya bekerja sama menuju kemajuan dalam tujuan bersama ini," kata pernyataan itu.
Menurut Washington Post, yang pertama kali melaporkan keberadaan proyek tersebut, perusahaan-perusahaan itu setuju untuk mengembangkan cara mengidentifikasi, memberi label, dan mengontrol gambar, video, dan audio yang dihasilkan AI yang bertujuan untuk menipu pemilih.
Ide ini muncul ketika perusahaan-perusahaan teknologi raksasa berada di bawah tekanan besar karena kekhawatiran aplikasi bertenaga AI dapat disalahgunakan pada tahun pemilu yang penting ini.
Meta, Google, dan OpenAI sepakat untuk menggunakan standar watermarking umum yang akan menandai gambar yang dihasilkan oleh aplikasi AI mereka, seperti ChatGPT OpenAI, Copilot Microsoft, atau Gemini Google (sebelumnya Bard).
Contoh terbaru dari 'deepfake AI yang meyakinkan meningkatkan kekhawatiran mengenai teknologi yang mudah diakses.
Bulan lalu, robocall impersonasi Presiden AS Joe Biden yang dilakukan kepada puluhan ribu pemilih menyerukan masyarakat untuk tidak memberikan suara pada pemilihan pendahuluan di New Hampshire.
Di Pakistan, partai mantan perdana menteri Imran Khan telah menggunakan AI untuk menghasilkan pidato dari pemimpin mereka yang sedang dipenjara.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Megawati Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP, Ada Pameran Sejarah Kemerdekaan
-
Putin Kunjungi Kepulauan Kuril, Jepang Meradang!
-
Taman Robot Galaxy Dibuka di Korea Selatan, Ada Pertunjukan K-pop Bertenaga Robot AI
-
Dituding Langgar Hak Cipta Besar-besaran, Anthropic Digugat Sony dan Warner Music
-
Kolonel Inf Priyo Handoyo Ditunjuk Jadi Komandan Upacara HUT Ke-81 RI, Ini Profil Selengkapnya
-
PBB Peringatkan AI Tingkat Lanjut Dapat Menjadi Ancaman bagi Umat Manusia
-
AI Gerus 268 Ribu Kerja Anak Muda Korsel, CORE: RI Wajib Antisipasi Sekarang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.