Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dokter sarankan petugas KPPS atur jam istirahat hingga asupan gizi

📅 Selasa, 13 Feb 2024, 16:55 WIB | Oleh:
Dokter sarankan petugas KPPS atur jam istirahat hingga asupan gizi Doc: ANTARA/HO-Universitas Airlangga
Ket. Dokter sekaligus Dosen Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Universitas Airlangga Surabaya, Andrianto.

Jakarta - Dokter sekaligus Dosen Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Universitas Airlangga Surabaya, Andrianto, menyarankan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas pada Pemilu 2024 untuk mengatur jam istirahat hingga asupan gizi.

"Harus mengatur beban agar tidak berlebihan. Pengaturan jam istirahat harus sedemikian rupa sehingga tubuh ada fase untukrecovery(pemulihan). Kedua, kecukupan gizi juga menjadi penunjang," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Ia menegaskan, meski saat ini anggota KPPS telah menunjukkan surat keterangan sehat saat mendaftar, bukan berarti kejadian di tahun 2019 di mana banyak petugas KPPS yang gugur karena kelelahan tidak akan kembali terulang.

Menurut Andrianto, surat sehat tersebut tidak bisa menjamin, mengingat kebanyakan penyakit bawaan, utamanya kardiovaskular (menyerang jantung dan pembuluh darah) bersifatasymptomaticatau tanpa gejala.

"Penyakit-penyakit kardiovaskular sendiri banyakasymptomaticatau tanpa gejala, itulah yang perlu menjadi kewaspadaan," ujar dia.

Agar dapat melakukan pekerjaan ekstra, lanjut dia, petugas KPPS harus memiliki kesiapan fisik dan mental, sejak sebelum hingga berakhirnya pelaksanaan tugas anggota KPPS.

"Jangan sampai kelelahan sebelum hari pelaksanaan, meski kita sama-sama sadar bahwa persiapannya tidak ringan. Maka, perlu manajemen waktu istirahat yang baik, tahu kapan waktu kerja dan kapan waktunya istirahat," paparnya.

Ia juga mengemukakan, pengaturan jam istirahat dan asupan gizi juga berlaku saat pelaksanaan pemilu, meski beban saat penyelenggaraan tentu lebih tinggi dari sebelumnya, KPPS bisa menyiasati untuk menyediakan waktu meski hanya sebentar untuk memulihkan tenaga.

Andrianto juga tidak menyarankan petugas KPPS melakukandoping, atau mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk memperkuat tubuh selama bertugas.

"Tidak perludoping. Justru kalau sistemdoping, tubuh tidak dalam keadaan fit, dan teraktivasi berlebihan, nanti akan kontraproduktif," ucapnya.

Kemudian, ia juga menekankan agar petugas KPPS dapat mengenali dirinya sendiri, utamanya ketika tubuh sudah mengirimkan sinyal kelelahan atau tidak sehat.

"Jika sinyal itu mengganggu seperti kelelahan, ngos-ngosan, dan berdebar, maka patut waspada dan segera kunjungi fasilitas kesehatan. Semakin singkat kita memanfaatkan waktu, maka jantung kita tidak akan bekerja lebih keras dan dapat menghindari keadaan yang lebih buruk," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.