Proyek SPAL Domestik Losari Makassar Dikebut
Senin, 12 Feb 2024, 10:31 WIBJAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya menyelesaikan sistem pengelolaan air limbah domestik-terpusat (SPALD-T) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
"Dengan dikembangkannya sistem pengelolaan air limbah (SPAL) skala perkotaan, pencemaran badan air akibat air limbah domestik dapat diminimalisir, serta memberikan nilai tambah berupa air bersih untuk penyiraman taman-taman dan ruang publik kota," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, Minggu (11/2).
Menurut Basuki, tujuan utamanya adalah untuk kualitas lingkungan yang lebih baik, karena permukiman semakin padat maka limbahnya juga bertambah, sehingga harus diolah terlebih dahulu sebelum masuk ke badan air.
Pembangunan SPALD-T Kota Makassar merupakan bagian dari Program Metropolitan Sanitation Management Investment Project (MSMIP) untuk meningkatkan pelayanan air limbah terpadu pada kawasan perkotaan dengan kapasitas 16.000 m3/hari.
Pembangunan SPAL domestik di Kota Makassar dinilai efektif karena menggunakan sistem moving bed biofilm reactor (MBBR) dengan mereduksi biological oxygen demand, denitrifikasi dan mengurangi nitrogen.
Dengan demikian, efluen yang dihasilkan dapat memenuhi baku mutu sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor. P. 68/MenLHK/Sekjen/Kum.1/8/2016 tentang baku mutu air limbah domestik, antara lain kadar BOD di bawah 30 mg/liter.
Pengembangan SPALD-T Kota Makassar mulai dikerjakan pada November 2020 meliputi pembangunan IPAL berkapasitas 16.000 m3/hari, pembangunan 1 unit rumah pompa, jaringan air perpipaan sepanjang 9,6 km, serta pemasangan sambungan rumah dan sambungan area komersil.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Komisi XIII DPR Buka Peluang Bentuk Badan Khusus soal TPPO
-
Event Akhir Pekan Jakarta 29-30 Agustus 2026: Dari Pameran FLONA Hingga Pertunjukan Balet
-
Jonatan Christie Masih Selamat dari Adangan Pemain Singapura
-
Integrasi Tol Didorong Perkuat Konektivitas dan Efisiensi Logistik Nasional
-
Dampak Karhutla Waga Diminta Waspada! Kualitas Udara di Sejumlah Daerah Masuk Kategori Peringatan
-
Menhan Sudan: Musuh Indonesia Disebut Musuh Sudan, Apa Maksudnya?
-
184 Ribu Warga Jateng Terdampak Kekeringan, PU Distribusikan Air Bersih ke 24 Kabupaten
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.