Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Anggap Remeh, Pemakaian Gadget Bisa Sebabkan 'Speech Delay' pada Anak

📅 Rabu, 07 Feb 2024, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Anggap Remeh, Pemakaian Gadget Bisa Sebabkan 'Speech Delay' pada Anak Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Dua anak bermain gadget di Jakarta.

JAKARTA - Guru Besar Fakultas Kedokteran UI Prof DR dr Rini Sekartini, SpAK mengatakan penggunaan gawai atau gadget oleh anak-anak dapat meningkatkan risiko "speech delay" atau keterlambatan kemampuan bicara yang tidak sesuai umurnya.

"Bila anak terpapar gadget, stimulasi hanya bersifat satu arah. Tidak ada komunikasi dengan lingkungan sekitar," ujar Rini ketika dihubungi di Jakarta pada Rabu (7/2).

Dia menjelaskan, stimulasi yang baik adalah yang bersifat dua arah. Oleh karena itu perlu ada peran penting dari orang tua untuk memberikan stimulasi bagi anak.

"Gadget itu harusnya sampai dua tahun tidak boleh diberikan," kata guru besar sekaligus anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tersebut.

Dia menjelaskan, seorang anak memiliki tahapan tertentu dalam masa perkembangannya. Misalnya, pada umur tertentu, ada suatu kemampuan yang harus dimiliki anak tersebut. Hal tersebut dapat diketahui melalui skrining perkembangan anak.

Rini mengatakan, ada dua kemampuan berbicara, yaitu mengerti dan mengucap. Terdapat dua jenis "speech delay", yaitu ketika anak mengerti dan dapat mengucap, dan ketika anak tidak mengerti dan tidak mengucap, contohnya pada anak-anak yang punya spektrum autisme.



Dia menyebut bahwa gadget atau gawai merupakan satu dari sejumlah faktor penyebab keterlambatan kemampuan bicara pada anak-anak. Adapun faktor-faktor lain seperti gangguan pada sumber penerimaan suara. Oleh karena itu perlu dipastikan bahwa tidak ada gangguan di telinga sang anak.

"Terus ada juga masalah di oral motor. Misalnya gangguan artikulasi atau sering disebut cadel itu namanya. Gangguannya disebutkan oral motor di bagian mulut gitu ya. Rongga mulut," katanya.

Dia mengatakan, terdapat sejumlah dampak apabila seorang anak mengalami keterlambatan dalam kemampuan berbicara.

"Kalau anak nggak bisa bicara, pasti komunikasinya sulit. Kemudian bisa mempengaruhi sosialisasi. Bisa mempengaruhi juga tingkat kesiapan sekolah, untuk berkemampuan, intelektualnya juga berkurang gitu," katanya.

Untuk mengatasinya, kata Rini, perlu diberikan penanganan yang sesuai. "Misalnya, sebagian besar, kalau ada keterlambatan bicara di atas dua tahun itu harus mengikuti terapi. Tapi kalau setahun, satu setengah tahun, di bawah dua tahun, kita benarkan dulu stimulasinya. Kalau itu tidak optimal, baru dimasukkan terapi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

44 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.