Pengamat: Jakarta harus perkuat infrastruktur untuk jadi kota global
Senin, 05 Feb 2024, 16:06 WIBJakarta -- Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono Yoga mengatakan Jakarta harus terus memperkuat infrastruktur untuk mewujudkan pembangunan Jakarta menjadi kota global (global city).
Status Jakarta sebagai ibu kota negara segera lepas seiring dengan disahkan UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Nusantara.Terkait pemindahan ibu kota tersebut, tentu akan mengubah orientasi pembangunan Jakarta menjadi kota global.
Yoga menyebut nanti Jakarta bisa menjadi pusat pengembangan bersaing dengan kota-kota besar di dunia setara seperti Tokyo di Jepang dan London Raya di Inggris.
"Jakarta sudah seharusnya terus memperkuat infrastruktur untuk menjadi kota ekonomi dan bisnis kalau ibu kota pindah ke Kalimantan Timur," tegas Yoga.
Menurut Yoga Pemprov DKI Jakarta perlu memperkuat komitmen bersama dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjadikanJakarta sebagai pusat pertumbuhan baik dari aspek penataan, ekonomi, maupun aspek lingkungan.
Lalu, Pemprov DKI Jakarta dan pihak terkait juga perlu memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait semua dampak, mitigasi, dan cara pendekatannya.
"Misalnya pusat olahraga terpadu, maka yang harus diinformasikan adalah seluruh bangunan, seluruh kegiatan, seluruh fungsi lingkungan itu akan dikembangkan fokus untuk kegiatan olahraga, pengembangan bangunan olahraga," ucap Yoga.
Yoga memaparkan terdapat sepuluh kawasan di DKI Jakarta yang akan diusulkan untuk menjadi kawasan tematik yang akan mendukung transisi Jakarta menjadi kota global. Salah satunya, adalah kehadiran Jakarta Internasional Stadium (JIS) yang bisa menjadi kawasan tematik di bidang olahraga danmeeting, incentive, conference, exhibition(MICE).
"Dengan demikian Kawasan JIS dan sekitar sebagai pusat kegiatan olahraga internasional perlu dilakukan penataan bangunan dan lingkungan," kata Yoga.
- Pusat ibu kota ASEAN di Blok M, Kebayoran Baru;
- Pusat pendidikan diGrogoldan Tanjung Duren (Podomoro, TMA, Mal Ciputra, Ukrida, Usakti, Untar, Esa Unggul, Binus)
- Pusat kesehatan dan Kebudayaan diRSCM Salemba,RS Cikini, dan Taman Ismail Marzuki;
- Pusat transit hub diUKI, TNI AU, Kodam Jaya, PGC, Pool TransJakarta;
- Pusat transit hub di Dukuh Atas dan Kebon Melati (mal, perkantoran, dan hotel);
- Pusat transit hub di Velodrome Rawamangun dan Manggarai (Pasar Rumput, UNJ, Stasiun Manggarai);
- Pusat kebudayaan dan keagamaan di Pasar Baru, GKJ, Kantor Pos, Lapangan Banteng, Istiqlal, Katedral;
- Pusat sejarah kota di Harmoni, Glodok, dan Kota Tua;
- Pusat olahraga terpadu/MICEdiJIS, Sunter, dan Ancol;
- Pusat olahraga terpadu/MICE diGBK Senayan.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Gletser Swiss Kehilangan Seperlima Massanya dalam 5 Tahun, Ketersediaan Air Terancam
-
Cari Samsat Keliling Terdekat? Ini 14 Lokasi Jadetabek yang Buka Selasa
-
ESDM Mulai Cari Jalan Keluar dari Ketergantungan LPG 3 Kg, Ada Apa?
-
Tahan Malaysia dengan 10 Pemain, John Herdman Minta GBK Bergemuruh Lawan Bangladesh
-
Synchronize Fest 2026 Masuki Tahun ke-11 dengan Semangat Gerakan Musik Indonesia
-
LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan
-
Wisata Gunung Bromo Kembali Dibuka Mulai Tengah Malam Nanti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.