- Home
-
- Luar Negeri
-
- Surat Berkode Rahasia Tawa...
Surat Berkode Rahasia Tawanan PD II Diungkap
Sabtu, 03 Feb 2024, 02:20 WIBKisah bebasnya massal tawanan perang Sekutu dari Kamp Stalag Luft III pada tahun 1944 menjadi terkenal saat diabadikan oleh Hollywood. Namun selama hampir 80 tahun, kisah nyata para tawanan "The Great Escape", tetap dirahasiakan rapat-rapat dalam arsip Kementerian Pertahanan Inggris.
Kini rincian pengalaman para tawanan ini dan tawanan Perang Dunia II lainnya diungkapkan untuk pertama kalinya setelah "harta karun" berupa catatan masa perang dipublikasikan ke umum.
Pada malam tanggal 23-24 Maret 1944, lebih dari 70 penerbang Sekutu kabur dari kamp tawanan perang (PoW) yang terkenal kejam di Polandia dan diduduki Nazi. Pelarian tersebut merupakan puncak dari kerja keras selama berbulan-bulan yang dilakukan oleh PoW yang menggunakan teknik cerdik, tidak semata hanya untuk melakukan pelarian, tetapi juga untuk menerima dan mengirimkan informasi keluar dari kamp.
Penggambaran seluloid tahun 1963 yang terkenal menampilkan karakter Steve McQueen yang mencoba pelarian dan gagal melompat menuju kebebasan dengan sepeda motor Nazi curian melewati kawat berduri.
Dalam kehidupan nyata, 73 dari 76 orang yang melarikan diri berhasil ditangkap kembali, menurut Will Butler, kurator bersama pameran terbaru di Arsip Nasional Inggris di London. "Lima puluh orang yang ditangkap kemudian dieksekusi oleh Gestapo," kata Butler kepada AFP.
Pameran bertajuk Great Escapes: Remarkable Second World War Captives yang dibuka pada Jumat (2/2), mengeksplorasi beberapa teknik masa perang yang digunakan oleh para tahanan untuk menyelundupkan informasi.
Salah satu metode yang paling populer adalah surat berkode rahasia atau surat-surat dengan informasi tersembunyi yang dikirim melalui komunikasi rutin dengan anggota keluarga.
Petunjuk berupa sesuatu yang tertulis di dalam surat yang hanya tampak aneh bagi penerimanya, akan menandakan bahwa surat tersebut harus diteruskan ke intelijen militer. Dalam salah satu surat tersebut, pilot pesawat tempur Spitfire bernama Peter Gardner yang ditangkap, telah menyembunyikan informasi penting di dalam foto rekan PoW bernama Guy Griffiths. Para ahli yakin penyebutan Griffiths dalam surat kepada ibunya bisa jadi merupakan cerita yang dibuat-buat dan ditujukan untuk dinas intelijen Inggris MI9.
MI9 didirikan pemerintah Inggris pada awal perang untuk membantu pelarian. Gardner, ditangkap setelah ia keluar dari Prancis pada Juli 1941, menyembunyikan pesan rahasianya dengan menulis dalam tulisan kecil yang tidak dapat dibaca tanpa kaca pembesar yang dengan susah payah diapit di antara gambar dan bagian belakang kartu remi.
Pesan-pesan rahasia tersebut seringkali berupa permintaan barang-barang yang akan diselundupkan untuk membantu para pelarian seperti komponen radio atau dalam hal ini untuk memalsukan dokumen palsu.
"Berbagai dokumen telah sukses diberikan kepada sejumlah pelarian pada tanggal 5 Maret, namun mengalami kesulitan besar untuk mendapatkan dokumen asli untuk disalin," tulis Gardner. "Oleh karena itu lakukanlah penelusuran kartu identitas bagi pekerja asing di Jerman. Kartu identitas yang sempurna memudahkan untuk kabur. Minta juga tinta bubuk India, tiga ujung pena yang sangat halus," imbuh dia dalam surat rahasia tahun 1942 itu.
Dua tahun kemudian, dokumen palsu berperan penting dalam pelarian dari Stalag Luft III. Dua dari tiga orang yang berhasil pulang menggunakan dokumen palsu yang mengklaim bahwa mereka adalah tukang listrik Norwegia yang bekerja di Jerman sehingga memungkinkan mereka menghindari deteksi saat mereka melintasi Eropa yang diduduki.
Misi Intelijen
Butler, kepala catatan militer di Arsip Nasional Inggris, mengatakan bahwa selain permintaan materi, surat rahasia juga digunakan untuk memberikan informasi kepada MI9 tentang PoW lain yang mungkin dianggap sebagai kandidat yang cocok untuk misi intelijen atau perencanaan pelarian.
Barang-barang lain yang ditampilkan dalam pameran ini termasuk barang-barang yang diselundupkan ke kamp-kamp dalam bentuk paket untuk membantu upaya melarikan diri seperti kartu remi dengan peta tersembunyi di dalamnya atau sikat rambut dengan peta dan gergaji tersembunyi di dalamnya.
Pelarian berani dari Stalag Luft III mungkin telah menarik imajinasi publik, namun pelarian 70 tahanan Jerman dari sebuah kamp di Wales yang kurang diketahui, juga ditampilkan dalam pameran tersebut. Dalam pelarian itu para tahanan perang membuat terowongan di bawah tiga baris kawat berduri pada Maret 1945 sebelum ditangkap dan dikembalikan. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.