Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lumbung Pangan Bisa Efektif Cegah Gejolak Harga

📅 Rabu, 31 Jan 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Lumbung Pangan Bisa Efektif Cegah Gejolak Harga Doc: ISTIMEWA
Ket. AWAN SANTOSA Peneliti Mubyarto Institute - Liberalisasi pangan membuat pengendalian harga pangan lebih sulit dan masyarakat kecil yang selalu menjadi korban.

JAKARTA - Salah satu cara untuk mencegah gejolak harga pangan maka pemerintah bersama petani harus bisa mengefektifkan program lumbung pangan yang telah diatur oleh Kementerian Dalam Negeri dan mengantisipasi penimbunan.

"Fenomena volatile food biasanya terjadi saat musim tanam yang biasanya dalan waktu tersebut produksi turun. Namun, sebenarnya ini adalah fenomena rutin sehingga seharusnya bisa diantisipasi," kata pengamat pertanian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Surabaya, Zainal Abidin, kepada Koran Jakarta, Selasa (30/1).

Zainal mengatakan pemerintah daerah harus menggerakkan program lumbung pangan yang sudah ada. Dengan lumbung pangan, tidak semua hasil panen langsung diangkut ke kota, ada yang disimpan, baik di tingkat desa, kecamatan, atau kabupaten.

Dengan begitu, tambah Zainal, saat dibutuhkan, masyarakat dapat mengaksesnya. Selain itu, aturan soal stok penjualan di pengecer dan distributor harus jelas dan ditegakkan supaya jangan ada lagi penimbunan yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu," pungkasnya.

Sementara itu, peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, menegaskan gejolak harga pangan dipicu oleh menguatnya liberalisasi pangan. "Liberalisasi pangan membuat pengendalian harga pangan lebih sulit dan masyarakat kecil yang selalu menjadi korban," tegasnya.

Peran Strategis

Untuk itu, menurut Awan, perlu mengembalikan peran strategis negara di pangan melalui revitalisasi Bulog. Optimalisasi peran Bulog sebagai penyangga (buffer) stok pangan, distribusi, dan stabilisasi harga pangan.

Yang lebih penting, lanjutnya, bagaimana menerapkan demokratisasi produksi dan tata niaga pangan melalui lumbung pangan dan penguatan koperasi pangan. Ini penting agar lalu lintas pangan tidak dikendalikan segelintir orang saja.

Zainal dan Awan ini menanggapi apa yang disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Menkeu mengatakan inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) menjadi salah satu fokus pemerintah dalam upaya pengendalian inflasi untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Kami terus memfokuskan karena pangan bergejolak, selain berkontribusi signifikan terhadap inflasi inti, juga langsung mempengaruhi daya beli masyarakat. Kami akan terus merumuskan langkah APBN sebagai shock absorber dalam rangka menjaga daya beli masyarakat, terutama pada saat momentum perekonomian global melemah, kita harus melindungi dari sisi domestik," kata Menkeu saat konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa.

Seperti diketahui, perekonomian global diproyeksikan bakal melambat. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan melambat dari sebelumnya 3 persen pada 2022 menjadi hanya 2,5 persen pada 2023 dan kembali melemah menjadi 2,4 persen pada 2024 ini. Dengan demikian, situasi pada 2024 lebih lemah dibandingkan 2023.

Sementara itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menyalurkan bantuan sosial (bansos) sebagai salah satu instrumen. Pada 2023, anggaran bansos mencapai 476 triliun rupiah, lalu naik sebesar 20 triliun rupiah menjadi 496 triliun rupiah pada 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

38 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.