Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren, Jateng Ekspor 20 Ton Udang Beku ke Australia

📅 Kamis, 25 Jan 2024, 19:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren, Jateng Ekspor 20 Ton Udang Beku ke Australia Doc: ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Ket. Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana melihat komoditas ekspor udang yang akan dikirim ke Australia, di Gudang PT Sumber Samudera Indonesia, Semarang, Kamis (25/1/2024).

Semarang - Keren, Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana melepas ekspor sebanyak 20 ton udang beku ke Melbourne, Australia, yang merupakan ekspor perdana komoditas tersebut ke Negeri Kanguru.

"Ini merupakan ekspor udang beku pertama Jateng ke Australia. Ini hal baik bagi iklim ekspor-impor kita," kata Nana, usai pelepasan ekspor di Gudang PT Sumber Samudera Indonesia, Semarang, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa kekayaan sumber daya laut Jateng cukup melimpah dan beragam yang berdampak positif bagi kebutuhan sumber pangan dan gizi masyarakat.

Bahkan, kata dia, komoditas bidang perikanan dan kelautan tersebut masih berlebih sehingga bisa menjadi komoditas ekspor andalan di pasar luar negeri.

Nana menyebutkan bahwa kinerja ekspor hasil perikanan dan kelautan Jateng sangat baik, seperti pada 2023 yang mencatatkan volume ekspor hasil perikanan kelautan mencapai kurang lebih 78.800 ton dengan nilai Rp4,32 triliun.

Jumlah itu, kata purnawirawan jenderal polisi bintang tiga tersebut, mengalami peningkatan sekitar 23,57 persen dibandingkan volume ekspor pada tahun 2022.

"Harapan kami ke depan ekspor dari Jawa Tengah ini akan meningkat pada tahun 2024," katanya.

Pada 2023, ada 10 negara tujuan utama ekspor hasil perikanan kelautan Jateng meliputi China, Singapura, Jepang, Malaysia, Amerika Serikat, Korea Selatan, Taiwan, Vietnam, Hong Kong dan Thailand.

Komoditas utama yang diekspor adalah daging rajungan, cumi-cumi, udang, ikan layur, tenggiri, gulama, kakap, bawal, dan surimi.

"Kami berterima kasih kepada PT Sumber Samudera Indonesia dan perusahaan lain yang sudah melakukan kinerja ekspor ini dengan baik," katanya.

Nana berharap PT Sumber Samudera Indonesia tidak hanya meningkatkan perekonomian melalui kegiatan ekspor hasil perikanan kelautan, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di sekitar perusahaan.

Misalnya, kata dia, dengan merekrut tenaga kerja dari masyarakat sekitar yang saat ini sudah dilakukan.

"Manfaatkan juga CSR yang ada untuk membantu masyarakat di lingkungan perusahaan. Bisa bantuan berupa pembangunan jalan atau kemudian fasilitas umum. Kami juga mengharapkan masalah pengolahan limbah diperhatikan. Kami lihat tadi masalah pengolahan limbah sudah tertata dengan baik," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.