Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKKBN Gencarkan Program BKB Optimalkan Penurunan 'Stunting'

📅 Rabu, 24 Jan 2024, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
BKKBN Gencarkan Program BKB Optimalkan Penurunan 'Stunting' Doc: antara

BKKBN tengah menggencarkan program Bina Keluarga Balita untuk mengoptimalkan penurunan stunting di 1.000 hari pertama kehidupan.

JAKARTA - Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Siti Fathonah menyatakan BKKBN menggencarkan Program Bina Keluarga Balita (BKB) pada tahun 2024 untuk mengoptimalkan penurunan stunting di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

"BKKBN terus melakukan inovasi program pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak melalui wadah kegiatan yang sudah dikenal dengan BKB di dalam mendukung program percepatan penurunan stunting, utamanya di masa 1.000 HPK," kata Siti dalam diskusi yang diikuti dalam jaringan di Jakarta, Selasa (23/1).

Ia menjelaskan usia dini merupakan masa kritis bagi perkembangan manusia pada 1.000 HPK, karena terjadi perkembangan yang pesat dan interaksi anak dengan lingkungan, utamanya dalam keluarga, yang menentukan pertumbuhan dan perkembangannya di kemudian hari.

"Peran orang tua sangat penting dalam mengasuh, membimbing, dan memberi stimulasi, agar anak bisa tumbuh dan berkembang secara optimal. Dengan pengasuhan yang tepat, kualitas sumber daya manusia akan meningkat dengan baik," ujarnya.

Ia memaparkan saat ini dunia dihuni oleh 149 juta anak stunting. Angka ini cukup fantastis dan menjadi simbol masih rendahnya komitmen pemenuhan hak anak atas pengasuhan yang positif.

"Profil ini tidak jauh berbeda dengan kondisi negeri kita, dimana 1 dari 5 anak kita masih terdiagnosis stunting. Untuk itu Indonesia perlu mempercepat laju penurunan stunting sampai 3,4 persen per tahunnya jika ingin mencapai target 14 persen pada tahun 2024," ucapnya.

Ia mengemukakan Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak telah menyusun serangkaian kegiatan pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang balita dalam upaya percepatan penurunan stunting, dimana rencana program dan kegiatan tersebut terus disosialisasikan kepada seluruh provinsi dan tenaga lini lapangan.

16 Provinsi

Pada kegiatan tersebut BKKBN juga memberi apresiasi kepada 16 provinsi yang telah mengadakan gerakan pencatatan pelaporan kegiatan BKB dalam Sistem informasi keluarga atau yang dikenal sebagai inovasi "Gak Pakai Lama" untuk sejuta anak usia dini. Gerakan ini mengajak keluarga untuk ikut ke Program BKB yang kini tersebar di seluruh posyandu.

Adapun provinsi dengan capaian di atas 100 persen pada kategori keluarga anggota BKB yakni Bali, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Riau, dan Jawa Tengah.

Sedangkan provinsi dengan capaian di atas 100 persen pada kategori anak keluarga anggota yang hadir pertemuan, dipantau perkembangannya melalui kartu kembang anak, yakni Kepulauan Riau, Bali, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, dan Riau. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.