Dinkes NTB Imbau Warga untuk Waspadai Demam Berdarah
Sabtu, 20 Jan 2024, 00:58 WIBMataram - Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit demam berdarah dengue menyusul perubahan cuaca yang tidak menentu.
"Perubahan cuaca dari panas ke hujan tiba kita waspadai DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Lalu Hamzi Fikri di Mataram, Jumat.
Bila melihat tren kasus yang ada dalam kurun waktu 2009 sampai 2023, kasus DBD di NTB selalu fluktuatif. Tren kasus tertinggi hanya terjadi di 2020.
"Terakhir Desember 2023, kita di angka 3.447 kasus dan ini memang lebih rendah dari tahun 2020 tetapi kewaspadaan ini perlu kita tingkatkan terutama di aspek perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," ujarnya.
Selain PHBS, kataHamzi, yang perlu juga ditingkatkan adalah menjaga lingkungan dengan bersih.
"Dan yang terpenting ialah bagaimana kita menjaga kesehatan dari sisi fisik," ucapnya.
Hamzi menambahkan kaitan secara fisik yaitu bagaimana menjaga imun, karena ketika terjadi perubahan cuaca dari panas ke dingin risiko terjangkit bakteri lebih tinggi.
"Tubuh kita perlu melakukan secara ekstra sistem imun-nya. Itulah kenapa kewaspadaan perlu kita tingkatkan, sebab kalau kita tidak waspada terhadap DBD ini, bahaya," kata Hamzi.
Lebih lanjut mantan Direktur RSUP NTB ini meminta masyarakat dapat mengenali ciri-ciri dari penyakit DBD.
"Jika melihat gejala panasnya berlanjut kemudian bintik merah, muncul mimisan yang paling fatal terjadi dengue shock syndrom, kekurangan cairan di situ dan bisa terjadi penurunan kesadaran dan bisa terjadi kematian," kataHamzi.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Peningkatan produksi bahan baku bioetanol
-
Kembalikan Fungsi Jalan, Pemkot Jakarta Pusat Tata Puluhan PKL di Sekitar Pasar Serdang
-
Rentetan 5 Kecelakaan Laut dalam 3 Bulan, Sistem Keselamatan Pelayaran Nasional Harus Dievaluasi Total
-
Sebagian Wilayah DKI Jakarta Diprediksi Hujan pada Minggu Sore
-
Lewat Negosiasi Panjang, 4 WNI Korban Perampokan Somalia Dibebaskan
-
Harga Emas Antam Turun ke Angka Rp2,581 Juta Per Gram di Awal Oktober Ini
-
BNI Perkuat Komitmen Lestarikan Batik sebagai Identitas Budaya Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.