Kontroversial Pemilihan Lionel Messi
Rabu, 17 Jan 2024, 06:46 WIBLONDON - Lionel Messi mungkin telah meninggalkan pusat perhatian sejak hengkang dari sepak bola Eropa. Tapi dia masih meraih penghargaan tertinggi sepak bola. Bintang asal Argentina itu masih dinobatkan sebagai pemain pria terbaik FIFA untuk tahun 2023.
Namun, keputusan FIFA ini penuh kontroversi. Terpilihnya pemain berusia 36 tahun itu mengalahkan Erling Haaland dan Kylian Mbappe yang lebih pantas. Keputusan ini sangat kontroversial. Messi dianggap banyak orang mengalami penurunan standar karena bergabung dengan klub "bukan kelas" Inter Miami di Major League Soccer.
Pemenang Ballon d'Or delapan kali itu membantu tim yang sampai sekarang kesulitan meraih trofi pertama itu menjuarai Piala Liga Amerika Serikat di bulan Agustus. Dia juga meraih gelar liga lainnya di Paris Saint-Germain sebelum meninggalkan Eropa. Tetapi beberapa bulan terakhirnya di ibu kota Prancis tidak berjalan mulus.
Messi dicemooh pendukung PSG, bahkan diskors klub karena perjalanan ilegal untuk memenuhi kontrak komersial di Arab Saudi. Hal ini menyebabkan levelnya menurun.
Namun, jika Haaland merasa sedih karena waktunya belum tiba untuk merebut penghargaan setelah mencetak 52 gol dan memenangkan treble winners di musim debutnya di Manchester City, dia hanya perlu mendengarkan pelatihnya. Pep Guardiola adalah salah satu yang mendapat penghargaan sebagai pelatih terbaik tahun ini dalam acara pemberian penghargaan FIFA di London, Selasa (16/1) dini hari WIB.
Guardiola berhak atas penghargaan itu setelah mendalangi kesuksesan City di Liga Champions, Liga Inggris dan Piala FA musim lalu. Guardiola sepenuhnya menyadari generasi hebat yang bisa dilihatnya dari dekat dalam empat tahun sebagai pelatih Barcelona dalam diri Messi.
"Saya selalu mengatakan bahwa Ballon d'Or harusnya terbagi dalam dua bagian, satu untuk Messi. Lainnya dicari. Jadi Haaland harusnya menang," ujar Guardiola jelang acara penyerahan Ballon d'Or bulan Oktober.
"Kami memenangkan treble winners karena dia mencetak 50 juta gol tapi tentu saja musim terburuk bagi Messi adalah yang terbaik bagi pemain lainnya," sambungnya. Dengan mencetak 672 gol dalam 778 penampilan untuk Barca, pria berpostur mungil itu dibujuk ke Catalonia dari Rosario. ben/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Kemendag Luruskan Informasi Terkait Tarif 47 Persen pada Impor Tekstil
-
Cuaca Hari Ini, Hujan Mengguyur Kota-kota Besar di Indonesia, Waspada Petir di Tanjungpinang
-
Cristiano Ronaldo, Atlet dengan Bayaran Tertinggi 2024
-
UGM Perketat Prosedur Keamanan KKN, Buka Opsi Penarikan Mahasiswa dari Lokasi Manyeuw, Malut
-
BMKG Ungkap Dua Gempa di Moramo Konsel Dipicu Aktivitas Sesar Aktif
-
Tanpa Messi, Inter Miami Libas Houston 4-1 di MLS
-
Penjarahan Mulai Menyeruak di Los Angeles, Toko Apple dan Adidas Ludes Dirampok
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.