Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Gembira, 20 Ribu Pelajar SD-SMP Keluarga Miskin Diproyeksi Dapat Seragam Gratis

📅 Senin, 15 Jan 2024, 01:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira, 20 Ribu Pelajar SD-SMP Keluarga Miskin Diproyeksi Dapat Seragam Gratis Doc: ANTARA/Ananto Pradana
Ket. Kepala Dispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh di balai kota setempat beberapa waktu lalu.

Surabaya - Kabar gembira, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Jawa Timur, memproyeksikan 20 ribu pelajar tingkat SD-SMP yang masuk dalam kategori keluarga miskin (gamis) dan pra gamis mendapatkan seragam gratis untuk tahun ajaran 2024/2025.

Kepala Dispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh, di Surabaya, Minggu, mengatakan sudah mengantongi nama-nama pelajar calon penerima bantuan seragam sekolah, dengan mengacu pada data di dinas sosial (Dinsos) setempat.

"Gamis dan pra gamisnya ada 20 ribu untuk SD dan SMP, ini sudah terpantau oleh Dinsos," katanya.

Mekanisme penyerahan bantuan seragam sekolah itu kini masih digodok oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar tepat sasaran.

Seragam gratis itu, kata Yusuf merupakan cara pemkot setempat menjamin hak pendidikan bagi masyarakat, beserta seluruh kebutuhannya, sebagaimana instruksi dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

"Harapan kami orang tua sudah tidak bingung di tahun ajaran baru untuk masalah seragam sekolah anak-anaknya," ujarnya.

Selain itu, Yusuf menyatakan produksi seragam sekolah gratis yang diperuntukkan bagi puluhan ribu pelajar dari keluarga pra gamis dan gamis juga melibatkan peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan pemerintah kota.

Dispendik berkoordinasi bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopdag) untuk mempersiapkan UMKM yang akan dilibatkan dalam proses produksi seragam sekolah pelajar SD-SMP dari keluarga tak mampu.

Sementara, proses yang saat ini sedang berjalan adalah pengukuran ukuran seragam bagi pelajar lama.

"Kami mendahulukan untuk yang naik kelas, misal di SD dari kelas dua ke kelas tiga, terus SMP naik dari kelas tujuh ke kelas delapan. Kalau yang baru masuk, seperti dari TK ke SD menyusul," ujarnya.

Diharapkan seluruh proses bisa rampung secepatnya, sehingga pada Februari 2024 sudah bisa melaksanakan pengadaan seragam untuk kebutuhan pelajar pra-gamis dan gamis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.