Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Jakpus dan Puskesmas Sosialisasi Penyakit di Musim Hujan

📅 Rabu, 10 Jan 2024, 17:32 WIB | Oleh:
Pemkot Jakpus dan Puskesmas Sosialisasi Penyakit di Musim Hujan Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Ilustrasi - Petugas melakukan fogging di kawasan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

JAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Pusat berkoordinasi dengan lintas program terkait seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk menyosialisasikan penyakit-penyakit yang rawan muncul di musim hujan."Suku Dinas Kesehatan Jakpus berupaya untuk selalu koordinasi dengan lintas sektor dan lintas program terkait, dengan Puskesmas untuk sosialisasi tentang penyakit-penyakit tersebut," kata Kepala Suku Dinas (Kasudin) Kesehatan Jakarta Pusat Risma Sari saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Risma menyebutkan, penyakit yang rawan muncul saat musim hujan terjadi, yaitu diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit menular dari air seni tikus (leptospirosis) dan Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Diare, ISPA, DBD memang menjadi penyakit yang sering muncul (dari tahun lalu) saat musim hujan," ujar Risma.

Selain itu, Sudin Kesehatan Jakarta Pusat (Jakpus) juga memastikan bahwa ketersediaan pelayanan kesehatan dan obat-obatan sudah memadai.

"Adapun penyakit diare dan ISPA sering ditemukan di Kecamatan Kemayoran, sedangkan kasus DBD paling banyak ditemukan di Kecamatan Cempaka Putih," kata Risma.

Risma mengimbau seluruh masyarakat khususnya wilayah Jakarta Pusat untuk menjaga lingkungan, jangan membuang sampah sembarangan, terus menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Lalu meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan gizi berimbang dan melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumah masing-masing.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Tamansari, Ngabila Salama menyampaikan, DBD merupakan penyakit endemis yang terus ada dan bertahan di Jakarta. Bahkan, DBD memiliki pola jumlah kasus yang sama setiap tahun.

Ngabila mengungkap kasus DBD mulai meningkat pada setiap Desember dan akan mengalami puncak di April, sebelum akhirnya menurun kembali.

"Saat ini sudah memasuki musim penghujan bahkan diprediksi curah hujan yang lebat, untuk itu warga Jakarta diminta untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini akan timbulnya potensi DBD," ujar Ngabila.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.