Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UMKM Tak Rasakan Dampak Pemilu

📅 Selasa, 09 Jan 2024, 11:13 WIB | Oleh:
UMKM Tak Rasakan Dampak Pemilu Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Momentum pemilihan umum (pemilu) belum berdampak positif bagi perekonomian nasional. Semula pesta demokrasi lima tahunan tersebut diharapkan dapat menjadi daya ungkit bagi perekonomian dalam negeri, terutama bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Ironisnya, pelaku usaha asing justru menguasai ceruk ekonomi dari hajatan pemilu di Indonesia. Membanjirnya impor alat kampanye pemilu telah mematikan bisnis UMKM yang selama ini menjadi pemasok atribut tersebut.

Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) menduga adanya impor atau pembelian alat kampanye pemilu yang berasal dari luar negeri menjadi salah satu penyebab omzet UMKM penjual atribut kampanye turun hingga 90 persen. "Beberapa pemilu yang kemarin yang 5 atau 10 tahun lalu banyak pemesanan barang-barang ke UMKM. Sekarang pesanan itu lari ke e-commerce dan juga yang kita tahu e-commerce barangnya dari luar negeri," kata Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKopUKM, Yulius, saat konferensi pers di Kantor KemenKopUKM di Jakarta, Senin (8/1).

Yulius menuturkan pemesanan alat kampanye dari luar negeri tersebut masih merupakan dugaan karena isu tersebut didapatkannya usai melakukan wawancara kepada 15 orang pelaku UMKM yang berjualan di Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen Jakarta. Praktik pembelian alat peraga kampanye, seperti kaos, kemeja, jaket atau topi tersebut disebutnya sebagian besar dilakukan melalui e-commerce.

"Datanya tidak ada. Kita lihat, datanya tidak ada. Jadi beli online, misalnya barang dari Tiongkok mereka (tambah) gambar Garuda dengan distempel, gambar atau lambang PDIP distempel," ucapnya.

Selain karena harga yang ditawarkan penjual dari luar negeri lebih murah, Yulius juga menduga peserta pemilu yang sudah memesan produk untuk kampanye melalui pelaku usaha mitra dari partai tersebut juga menjadi penyebab kampanye tidak berdampak signi_kan pada pengusaha dalam negeri.

Pada kesempatan sama, salah seorang pedagang di Pasar Tanah Abang, Dody Ariyanto, mengaku pembelian atribut peraga kampanye dari luar negeri acap kali didengarnya dari mulut ke mulut sesama pedagang. Namun, penjualannya tidak dilakukan secara terang-terangan dengan cara dijajakan langsung di toko, melainkan langsung dikirim dari luar negeri ke alamat peserta pemilu.

"Hanya mendengar dari mulut ke mulut, tapi kita taulah karena memang barang yang dari luar itu masuk dengan harga murah. Hanya saja, kita memang tidak mau mencari tau sampai ke sana lah, kita berjualan saja," tuturnya.

Pembelian alat kampanye terutama kaos, diakuinya tidak hanya terjadi pada masa kampanye Pemilu 2024 saja, namun sudah terjadi sejak masa kampanye yang lalu-lalu. Namun, pada periode kampanye tahun ini yang memang lebih singkat, dia mengeluhkan omzet yang sangat terpukul turun. Jika biasanya ia bisa mendapatkan hingga 20 juta rupiah per hari, kini turun hingga sekitar 70 persen.

Sepi Pesanan

Hal senada disampaikan oleh Ketua IPKB (Indonesia Pengusaha Konfeksi Berkarya), Nandi Herdiaman, yang menuturkan bahwa kampanye Pemilu 2024 ini tidak berdampak pada pelaku UMKM, terutama yang bergerak di bidang konveksi dan sablon yang memproduksi atau menjual alat peraga kampanye, padahal musim kampanye pemilu menjadi momen yang ditunggu-tunggu.

"Sampai saat ini memang ada, bukan tidak ada, ada (pemesanan), tapi masih kurang. Dulu saat musim kampanye tahun 2019, tiga bulan sebelumnya sudah ada order dari empat juta sampai 15 juta hanya dari partai. Sekarang, jutaan itu tidak sampai. Hanya puluhan ribu saja itu pun bukan dari partai hanya dari caleg," sebutnya.

IPKB pun telah membantu mendorong penjualan sejak enam bulan terakhir dengan membekali para anggota atau penjual yang tergabung dalam organisasi untuk berjualan secara online.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.