Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Khofifah Ungkap Wabah PMK di Jatim Telah Berhasil Dikendalikan

📅 Selasa, 09 Jan 2024, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Khofifah Ungkap Wabah PMK di  Jatim Telah Berhasil Dikendalikan Doc: jatimprov.go.id

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di wilayah tersebut telah berhasil dikendalikan berkat kerja keras berbagai pihak di lingkup pemprov maupun kabupaten/kota se-Jatim.

"Saya ucapkan terima kasih kepada tenaga kesehatan yang meliputi dokter hewan, paramedik veteriner, organisasi profesi PDHI, ISPI, PARAVETNDO, PAVETI dan ASOHI serta perguruan tinggi fakultas kedokteran hewan dan fakultas peternakan atas kerja kerasnya dalam membantu pengendalian PMK. Dengan begitu Jatim mampu keluar dari krisis wabah PMK," kata Khofifah melalui keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Minggu (7/1).

Khofifah pun mengungkapkan capaian vaksinasi PMK bagi hewan ternak yakni sapi, kerbau, kambing, domba dan babi di Jatim mencapai yang tertinggi secara nasional.

Berdasarkan data https://isikhnas.com, capaian vaksinasi PMK Jatim sejak 25 Juni 2022 hingga 31 Desember 2023 menempati posisi pertama atau tertinggi secara nasional, yakni sebanyak 9,3 juta dosis.

Disusul Jawa Tengah dengan jumlah vaksinasi sebanyak 3,2 juta dosis dan Nusa Tenggara Barat 2,3 juta dosis. Kemudian Provinsi Lampung dengan jumlah 1,9 juta dosis, serta Bali 1,4 juta dosis.

Khofifah menjelaskan langkah antisipatif dengan melakukan vaksinasi memang terus ditekankan agar pengendalian bisa maksimal.

Vaksinasi yang masif melibatkan banyak pihak. Selain tenaga kesehatan yang meliputi dokter hewan maupun paramedik veteriner, Pemprov Jatim juga bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Peternakan dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia untuk melatih para nakes dari unsur TNI dan POLRI sehingga mampu melakukan vaksinasi PMK.

Vaksinasi tersebut juga melibatkan ratusan dokter muda dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Wijaya Kusuma. "Dengan jumlah sumber daya manusia yang begitu besar maka tidak salah kalau Jatim berhasil menempati posisi teratas pada capaian vaksinasi PMK," ujar Khofifah.

Menurut dia capaian vaksinasi tertinggi tersebut juga berhasil menekan laju penyebaran PMK. Per 15 Juni 2023, pemerintah secara resmi menyatakan PMK di Bumi Majapahit ini tak lagi berstatus wabah. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Ekonomi
AirNav Indonesia Perkuat Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.