Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren Inovasi Ini, Mahasiswa ITS Kembangkan Inovasi Biosensor Deteksi Gangguan Neurologis

📅 Selasa, 09 Jan 2024, 16:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren Inovasi Ini, Mahasiswa ITS Kembangkan Inovasi Biosensor Deteksi Gangguan Neurologis Doc: ANTARA/HO-Humas ITS
Ket. Annisa Septyana Ningrum saat melakukan simulasi alat NeuroCube, inovasi biosensor berbasis machine learning.

Surabaya - Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menciptakan inovasi alat pendeteksi Rapid Diagnostic Microfluidic Biosensor bernama NeuroCube yang mampu mendeteksi gangguan neurologis atau gangguan pada sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer.

"NeuroCube ini juga didukung oleh teknologi machine learning yang semakin inovatif," kata Ketua Tim Mahasiswa dari Program Studi S2 Departemen Teknik Fisika ITS Annisa Septyana Ningrumdalam keterangan di Surabaya, Jawa Timur, Selasa.

Annisa mengatakan ide pengembangan biosensorberawal dari kesadaran meningkatnya kasus gangguan mental di kalangan mahasiswa. Selain itu ia juga menyadari danya kompleksitas diagnosis penyakit mental dan kecenderungan pasien yang menjawab tidak sesuai dengan kondisinya ketika menemui psikolog.

Lebih lanjut iamenjelaskan biosensorterinspirasi dari konsep kertas lakmus yang dapat berubah warna saat bereaksi dengan asam atau basa. Konsep tersebut kemudian diaplikasikan pada senyawa neurotransmiter, seperti dopamin, glutamat, dan Nikotinamida Adenosin Dinukleotida Hidrogen (NADH) dalam sampel urine.

Dari sampel yang telah didapat tersebut akan terjadi perubahan warna yang dapat memberikan indikasi tingkat konsentrasi senyawa yang mampu mendeteksi enam gangguan neurologis.

"Gangguan tersebut seperti demensia, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), gangguan bipolar, Skizofrenia, dan Alzheimer," katanya.

Dalam pengembangannya, tim yang beranggotakan lima orang itu mampu menyatukan empat komponen penting yaitu kertas biosensor mikrofluida, miniprosesor Raspberry Pi, Liquid Crystal Display (LCD) layar sentuh, dan lampu LED menjadi sebuah alat yang diberi nama NeuroCube.

Inovasi ini yang akhirnya diklaim mampu menjadi pendeteksi adanya gangguan neurologis pada seseorang melalui metode yang sederhana yaitu kolorimetri.

Atas inovasi tersebut, tim yang dibimbing langsung oleh Dr Ruri Agung Wahyuono ini juga telah berhasil menyabet medali emas pada kategori presentasi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC).

"Ke depannya, kami ingin inovasi ini dapat terus berkembang dalam memperluas kemampuan diagnosis penyakit lebih banyak lagi," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.