Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Industri Asuransi Hadapi Tantangan Serius

📅 Rabu, 27 Des 2023, 09:13 WIB | Oleh:
Industri Asuransi Hadapi Tantangan Serius Doc: istimewa

JAKARTA - Industri asuransi Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius yakni rendahnya kepercayaan masyarakat. Pasalnya, jumlah pengaduan masyarakat terkait asuransi meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir.

"Pengaduan asuransi itu meningkat sebanyak 57 kali lipat dalam lima tahun terakhir dari hanya 22 pengaduan terkait asuransi menjadi 1.291 di tahun 2022 lalu dan bahkan di tahun ini lebih tinggi lagi. Itu menandakan betapa kita menghadapi masalah yang sangat serius dalam menjaga kepercayaan masyarakat," ujar pengamat asuransi, Irvan Rahardjo, dalam seminar secara daring di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Irvan mengungkapkan industri asuransi Indonesia memiliki terlalu banyak pemain sehingga membuat persaingan menjadi tidak sehat dan berdampak pada kualitas produk dan layanan asuransi. "Industri asuransi Indonesia juga memiliki kapasitas yang terbatas dalam menanggung risiko. Sebagian besar risiko masih berada di pihak reasuransi," kata Irvan.

Selain itu, Irvan juga menyoroti rendahnya inklusi asuransi di Indonesia. Menurut data OJK, inklusi asuransi di Indonesia baru mencapai 16,6 persen, sedangkan literasi asuransinya mencapai 31,7 persen. Hal tersebut mengindikasikan masyarakat Indonesia sudah memiliki pengetahuan yang cukup tentang asuransi, namun tidak tertarik untuk membelinya.

Irvan menduga hal ini disebabkan oleh pengalaman buruk masyarakat dalam berasuransi. Banyak kasus penolakan klaim, gagal bayar, dan ketidaksesuaian produk dengan yang dijanjikan. "Masyarakat lebih percaya menyimpan dananya di perbankan dibandingkan dengan menyimpan di produk-produk asuransi," kata Irvan.

Irvan menilai peta jalan perasuransian yang disusun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum memberikan solusi yang konkret terhadap tantangan-tantangan tersebut. Irvan menyarankan agar OJK melakukan reformasi perasuransian untuk memperbaiki kepercayaan masyarakat. Selain itu, dia menambahkan OJK juga perlu memberikan solusi yang konkret terhadap berbagai kasus gagal bayar yang menjadi pusat hilangnya kepercayaan masyarakat.

Penetrasi Rendah

Sementara itu, OJK mengungkapkan penetrasi industri asuransi di Indonesia masih di bawah negara-negara tetangga. Berdasarkan data OJK, penetrasi industri asuransi jiwa di Indonesia pada 2022 sebesar 0,9 persen, di bawah Malaysia 2,6 persen, Singapura 8,5 persen, Thailand 2,8 persen, Vietnam 2 persen.

"Ini artinya, kontribusi premi asuransi terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia masih rendah dibanding peers country kita," kata Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Djonieri, dalam seminar daring di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Djonieri juga mengungkapkan densitas industri asuransi di Indonesia masih rendah. Densitas adalah rasio premi asuransi terhadap jumlah penduduk.

Meski demikian, Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Heru Kristiyana, mengatakan industri asuransi Indonesia tetap resilien sepanjang 2023. "Kita mencatat selama 2023, perusahaan asuransi Indonesia tetap resilien. Berdasarkan data OJK, kita mencatat pendapatan premi sampai akhir Oktober 2023 mencapai 264,23 triliun rupiah atau tumbuh 3,54 persen secara tahunan," kata Heru dalam seminar sama.

Berdasarkan data OJK, Risk Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa dan asuransi umum tercatat di atas ambang batas, yaitu masing-masing 435,98 persen dan 340,54 persen. RBC industri asuransi jiwa dan asuransi umum jauh di atas threshold atau batas bawah yang ditetapkan pemerintah sebesar 120 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.