Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semoga segera Ada Solusi, 180 Pengungsi Rohingya Telantar di Perbatasan Pidie dan Aceh Besar

📅 Sabtu, 23 Des 2023, 00:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semoga segera Ada Solusi, 180 Pengungsi Rohingya Telantar di Perbatasan Pidie dan Aceh Besar Doc: ANTARA/HO/Warga
Ket. Sejumlah pengungsi Rohingya saat berada di kantor DPRK Pidie sebelum kemudian dibawa dan diturunkan di pinggir jalan kawasan perbatasan dengan Aceh Besar, di Pidie, Kamis malam (22/12/2023).

Banda Aceh - Semoga segera ada solusi, sebanyak 180 pengungsi Rohingya masih terkatung-katung atau telantar usai mendapatkan penolakan masyarakat sehingga mereka diturunkan di pinggir jalan kawasan Leungah perbatasan antara Kabupaten Pidie dan Aceh Besar.

"Sebanyak 180 pengungsi Rohingya diangkut dengan truk dari Kantor DPRK Pidie sekitar pukul 01.30 WIB, ke Leungah, Kabupaten Pidie, dan diturunkan di pinggir jalan," kata Senior Communications Assistant UNHCR, Yanuar yang dikonfirmasi dari Pidie, Jumat.

Etnis Rohingya tersebut sebelumnya menempati tempat sementara di pesisir Gampong Blang Raya Kecamatan Muara Tiga, Laweung, Kabupaten Pidie, kemudian diangkut oleh warga menggunakan empat truk ke Kantor DPRK Pidie.

Setelah itu, dari Kantor DPRK hendak kembali dibawa ke wilayah Laweung, tetapi kembali mendapat penolakan hingga akhirnya diturunkan di pinggir jalan.

Yanuar menuturkan bahwa kondisi para pengungsi itu sudah sangat memprihatinkan, apalagi 50 persen di antaranya merupakan anak-anak.

"Sekarang UNHCR mencoba koordinasi dengan pemerintah untuk menemukan solusi alternatif terbaiknya, detail kondisi di sana baik tenda dan lainnya juga belum update karena di sana ada tim lain," ujarnya.

Tim, kata Yanuar, masih terus berupaya mencari lokasi penampungan sementara untuk para pengungsi tersebut, termasuk dari kelompok lainnya yang masih berada dalam situasi tidak layak.

Sementara itu, Pj Bupati PidieWahyudi Adisiswanto menyayangkan karena kehadiran etnis Rohingya itu telah menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

"Kita berharap agar semua pengungsi yang berada di kawasan Pidie baik di Mina Raya, Batee untuk segera dipindahkan," demikian Wahyudi Adisiswanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.