Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Paus: Warga Israel dan Palestina Sambut Natal dengan Duka

📅 Kamis, 21 Des 2023, 00:03 WIB | Oleh:
Paus: Warga Israel dan Palestina Sambut Natal dengan Duka Doc: ISTIMEWA
Ket. Paus Fransiskus bertemu dengan warga Palestina yang kerabatnya terdampar di Gaza, di tengah konflik antara Israel dan Hamas, di Vatikan, beberapa waktu lalu.

VATIKAN - Pemimpin Gereja Katolik Seluruh Dunia, Paus Fransiskus, pada Selasa (19/12), mengatakan warga Israel dan Palestina mengalami "rasa sakit dan duka" selama masa Natal dengan perang berkecamuk di Jalur Gaza. Paus menyerukan doa dan bantuan nyata untuk wilayah yang hancur.

"Bagi penduduk Tanah Suci, #Natal yang penuh penderitaan dan duka segera tiba. Kami tidak ingin membiarkan mereka sendirian. Semoga kita mendampingi mereka dalam doa dan bantuan nyata," tulis Paus Fransiskus di platform media sosial X.

Dikutip dari The Straits Times, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, kampanye Israel untuk membasmi kelompok militan Hamas yang berada di balik serangan dan pembantaian 1.200 orang pada 7 Oktober telah menyebabkan kehancuran di Gaza, menimbulkan kelaparan dan tunawisma yang meluas, serta menewaskan hampir 20.000 warga Gaza.

Paus Fransiskus telah beberapa kali menyerukan gencatan senjata segera di Gaza dan pembebasan semua sandera yang disandera oleh Hamas.

Pada hari Minggu, dia menyatakan Israel menggunakan taktik "terorisme" di daerah kantong Palestina, dan menyesalkan laporan pembunuhan oleh militer Israel terhadap dua wanita Kristen yang sedang mengungsi di kompleks gereja Katolik.

Kegagalan Moral

Secara terpisah, Presiden Komite Palang Merah Internasional atau the International Committee of the Red Cross (ICRC), Mirjana Spoljaric Egger, pada Selasa, menyebut konflik di Gaza sebagai kegagalan moral komunitas internasional dan mendesak Israel dan Hamas untuk mencapai kesepakatan baru demi menghentikan pertempuran.

"Saya telah berbicara tentang kegagalan moral karena setiap hari hal ini terus berlanjut adalah hari di mana komunitas internasional belum terbukti mampu mengakhiri penderitaan yang begitu besar dan ini akan berdampak pada generasi tidak hanya di Gaza," ujar Spoljaric kepada wartawan di Jenewa setelah kunjungannya ke Jalur Gaza dan Israel.

"Tidak ada apa pun tanpa kesepakatan kedua belah pihak. Jadi, kami mendesak mereka untuk terus bernegosiasi," katanya, mengacu pada pembebasan sandera Israel yang dibawa ke Gaza oleh kelompok bersenjata Hamas selama serangan mematikan mereka di Israel selatan pada 7 Oktober.

"Pelepasan itu sendiri merupakan misi yang sangat kompleks dan sangat sensitif."

Gencatan senjata yang dimediasi oleh Qatar dan Mesir diadakan selama seminggu pada akhir November dan menghasilkan pembebasan 110 sandera di Gaza dengan imbalan 240 wanita dan remaja Palestina dari penjara Israel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.