RI-EAEU Catat Kemajuan Perundingan Dagang
Senin, 18 Des 2023, 09:19 WIBJAKARTA - Indonesia mencatat kemajuan perundingan perdagangan dengan Uni Ekonomi Eurasia atau Eurasian Economic Union (EAEU).
Kedua pihak menyepakati Bab Kekayaan Intelektual (Intellectual Property/IP), sehingga pembahasan Indonesia- EAEU Free Trade Agreement (IEAEU-FTA) diyakini dapat selesai 2024.
"Fleksibilitas yang ditunjukkan kedua tim perunding memungkinkan perundingan teks bergerak dengan cepat.
Capaian ini merupakan hasil dari kerja sama dan komitmen tinggi dari kedua tim perunding," kata Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan RI Johni Martha terkait perundingan putaran ke-3 Indonesia-EAEU Free Trade Agreement (IEAEU-FTA) dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (16/12).
Delegasi EAEU dipimpin Head of Division for Special Issues in Trade Regulation dari Departemen Kebijakan Perdagangan EAEU Anton Tsetsinovskiy saat berunding dengan perwakilan Indonesia yang dipimpin Johni Martha.
Perundingan putaran ke-3 tersebut membahas 11 isu runding, yaitu perdagangan barang, niaga elektronik (e-commerce), ketentuan asal barang, ketentuan hukum dan isu kelembagaan, kekayaan intelektual, pengamanan perdagangan, kerja sama, penyelesaian sengketa, sanitasi dan fitosanitasi, hambatan perdagangan, serta persaingan usaha yang bertemu secara daring.
Dengan kesepakatan dalam Bab Kekayaan Intelektual, kini Indonesia dan EAEU telah menyepakati dua bab yang berhasil diselesaikan.
Kemajuan positif juga tercatat dalam pembahasan teks perdagangan barang, niaga elektronik, ketentuan asal barang, serta ketentuan hukum dan isu kelembagaan.
"Dengan laju perundingan saat ini, Indonesia melangkah semakin dekat untuk memperluas akses pasar dan membangun kerja sama yang lebih erat dengan EAEU," kata Johni.
Pasar Potensial
EAEU merupakan blok ekonomi yang merupakan pasar nontradisional potensial bagi Indonesia.
EAEU juga dapat berperan sebagai pintu masuk utama untuk ekspor ke Kawasan Asia Tengah dan Eropa Timur.
EAEU terdiri atas Armenia, Belarusia, Federasi Rusia, Kazakstan, dan Kirgiztan.
Menurut data Kemendag, pada 2022, total perdagangan Indonesia dan EAEU mencapai 4,35 miliar dollar AS atau meningkat sebesar 30,66 persen dibanding 2021 yang nilainya 3,33 miliar dollar AS.
Ekspor Indonesia ke EAEU tercatat sebesar 1,50 miliar dollar AS.
Sementara itu, impor Indonesia dari EAEU tercatat sebesar 2,86 miliar dollar AS.
Produk ekspor Indonesia ke EAEU pada 2022 didominasi minyak sawit, kopra, perangkat televisi, bagian mesin, karet alam, dan kopi.
Sedangkan, komoditas impor utama Indonesia dari EAEU adalah pupuk, produk setengah jadi besi baja bukan paduan, batu bara, dan paduan logam.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
DPRD Apresiasi Langkah Pemprov DKI Perkuat Pencegahan Kekerasan Anak dan Perempuan
-
Jakarta IP Market 2026 Resmi Dibuka, Dorong IP Lokal Tembus Global
-
Rupiah Tetap Melemah Dihantam Ketidakpastian Ekonomi dan Geopolitik
-
Harga Emas Antam Turun Rp13.000 Jadi Rp2,785 Juta Gram saat Idul Adha
-
Tensi Dunia Memanas, Rupiah Hari Ini Ikut Tergelincir di Pasar Valas
-
Pendaftaran Sekolah lansia di Tangerang Masih Buka hingga 3 Februari 2026
-
Menpar Targetkan Kunjungan 19,1 Juta Wisman pada Tahun 2027
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.