- Home
-
- Luar Negeri
-
- Perusahaan Pelayaran Hinda...
Perusahaan Pelayaran Hindari Suez akibat Laut Merah Makin Rawan
Senin, 18 Des 2023, 02:39 WIBPARIS - Dua perusahaan angkutan besar termasuk Mediterranean Shipping Company (MSC), perusahaan pelayaran peti kemas terbesar di dunia, pada Sabtu (16/12), mengatakan, akan menghindari Terusan Suez ketika militan Houthi di Yaman meningkatkan serangan terhadap kapal komersial di Laut Merah.
Dikutip dari The Straits Times, gerakan Houthi yang didukung Iran di Yaman telah menyerang kapal-kapal sebagai respons terhadap perang Gaza, di jalur yang memungkinkan perdagangan Timur-Barat, terutama minyak, menggunakan Terusan Suez untuk menghemat waktu dan biaya dalam mengelilingi Afrika. Akibatnya, premi asuransi risiko perang meningkat.
Menurut Houthi, kapal MSC Palatium III berbendera Liberia diserang pada Jumat (15/12) dengan sebuah pesawat tak berawak di Selat Bab al- Mandab di lepas pantai Yaman, di ujung selatan Laut Merah.
"Tidak ada korban luka yang dilaporkan, namun kapal tersebut mengalami beberapa kerusakan akibat kebakaran dan tidak dapat digunakan lagi," kata MSC dalam sebuah pernyataan.
Sedangkan militer Amerika Serikat mengatakan, kapal berbendera Liberia lainnya, Al Jasrah milik Hapag Lloyd, terkena tembakan rudal.
Kapal AP Moller-Maersk Denmark pada Jumat (15/12), menunda semua pengiriman kontainer melalui Bab al-Mandab hingga pemberitahuan lebih lanjut, dan langkah itu diikuti oleh MSC yang berbasis di Swiss dan grup pelayaran Prancis, Compagnie Maritime d'Affretement - Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM).
"Situasinya semakin memburuk dan kekhawatiran terhadap keselamatan meningkat," kata CMA CGM dalam sebuah pernyataan.
Perusahaan kontainer Jerman, Hapag Lloyd, mengatakan, pihaknya mungkin melakukan hal yang sama.
Houthi Menyerang Eilat di Israel
Komando Pusat AS mengatakan, kapal perusak berpeluru kendali Carney pada Sabtu menembak jatuh 14 drone yang diluncurkan oleh Houthi di Laut Merah
Dalam sebuah pernyataan, mereka mengatakan bahwa drone tersebut dinilai sebagai drone serang satu arah dan telah ditembak jatuh tanpa menimbulkan kerusakan pada kapal.
Inggris juga mengatakan salah satu kapal perangnya telah menembak jatuh drone yang diduga menyerang yang menargetkan kapal dagang.
Kelompok Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman, telah berjanji untuk melanjutkan serangan mereka sampai Israel menghentikan serangannya, namun pada Jumat, mereka mengatakan bahwa mereka hanya menargetkan kapal-kapal yang menuju Israel.
Namun berdasarkan data dari penyedia pelacakan kapal dan analisis maritim, MarineTraffic, baik Palatium III maupun kapal MSC lain yang terancam, Alanya, mencantumkan Jeddah, Arab Saudi sebagai tujuan mereka.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Dirut: KAI Commuter Operasikan KRL Baru Buatan INKA
-
Wisatawan Serbu Bandung. Al-Jabbar hingga Saung Angklung Udjo Jadi Destinasi Favorit
-
Bus yang Ditumpangi Rombongan Haji Indonesia Terbakar, Mayoritas dari Sumbar
-
Pelayaran Niaga Bisa Raup Cuan Banyak, Namun Belum Tergarap Maksimal
-
Arus Mudik Padat, Pemudik Diminta Waspadai Risiko Kecelakaan
-
Kapten Timnas U-23 Minta Maaf Usai Gagal Kalahkan Laos
-
OJK Mainkan Kartu Konsumen, Friderica Ditunjuk Jadi Ketua DK Pengganti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.