Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mantap, Rektor Sebut 'Nitilaku' Jadi Penanda UGM Bukan 'Menara Gading'

📅 Jumat, 15 Des 2023, 00:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mantap, Rektor Sebut 'Nitilaku' Jadi Penanda UGM Bukan 'Menara Gading' Doc: ANTARA/HO
Ket. Kampus UGM.

Yogyakarta - Mantap, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Ova Emilia menyebut acara "Nitilaku" yang akan digelar pada 16-17 Desember 2023 menjadi wujud penanda bahwa UGM bukan "menara gading" yang berjarak dengan masyarakat.

"Yang khas dari UGM adalah Nitilaku, yang merupakan wujud bahwa UGM lahir tidak hanya sebagai menara gading yang berdiri sendiri tetapi ada kebersamaan dengan masyarakat dan Keraton. Ini adalah tradisi yang kita lakukan sehingga generasi selanjutnya mengetahui bagaimana UGM dibentuk," kata Rektor UGM Prof Ova Emilia di Yogyakarta, Kamis.

Nitilaku 2023 yang mengusung tema "Kenduri Kebangsaan Merajut Tenun Ke-Indonesiaan" menjadi salah satu rangkaian peringatan Dies Natalis UGM 2023.

Sejak 2012, Nitilaku dipahami sebagai kegiatan kultural historis dalam bentuk pawai sebagai simbol sejarah berdirinya UGM, berawal dari Siti Hinggil Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menuju kampus UGM di Bulaksumur.

Menurut Ova, Nitilaku kini bertransformasi menjadi peristiwa budaya yang terus mensinergikan potensi UGM, masyarakat, komunitas, swasta dan pemerintah, dengan menonjolkan unsur-unsur sejarah perjuangan dan kebangsaan.

Tema Kenduri Kebangsaan Merajut Tenun Ke-Indonesiaan, menurut dia, sebagai sebuah upaya menjaga hubungan baik dengan Sang Pemilik Alam Semesta, memohon keselamatan, dijauhkan dari bencana dan segala keburukan yang bakal menimpa karena kealpaan manusia, sekaligus sebagai ruang kesadaran bersama untuk terus menjaga silaturahmi dengan sesama anak bangsa.

Di samping Kenduri Kebangsaan yang diisi dengan orasi dan pembacaan doa lintas agama dan kirab kebangsaan, Ketua Pokja Nitilaku 2022-2024 Bambang Paningron mengatakan Nitilaku juga dimeriahkan dengan instalasi seni, pasar kangen dan pasar UMKM dengan melibatkan berbagai komunitas seni dan budaya.

Hal ini sejalan dengan semangat Nitilaku yang membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya masyarakat Yogyakarta.

"Tujuannya bagaimana kita bersepakat bersama membangun Indonesia melalui kedamaian, sekaligus mengingatkan kembali seluruh masyarakat untuk tidak terlalu emosional dalam menghadapi keniscayaan yang akan terjadi," kata Bambang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.