Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani di Bangli Mulai Beralih dari Menanam Jeruk Menjadi Alpukat

📅 Kamis, 14 Des 2023, 03:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petani di Bangli Mulai Beralih dari Menanam Jeruk Menjadi Alpukat Doc: ANTARA/Ni Luh Rhismawati
Ket. Anggota DPD Made Mangku Pastika saat berfoto bersama petani di Kintamani Bangli Rabu (13/12/2023).

Bangli - Petani di Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, yang selama ini terkenal sebagai petani jeruk, kini mencoba beralih menanam berbagai jenis alpukat di tengah semakin menariknya harga buah tersebut di pasaran..

"Alpukat, apalagi untuk jenis tertentu harganya menjanjikan. Tanaman jeruk memang masih ada, tetapi sekarang hampir setiap petani di sini juga menanam alpukat," kata Made Suastikaketika berdialog dengan salah seorang warga di Desa Bayung Gede, Kintamani, Bangli, Rabu.

Suastika menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan reses anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)Made Mangku Pastika.

Menurut Suastika, sebelumnya mereka memang mengembangkan tanaman jeruk yang cukup bagus hasilnya. Jeruk Kintamani yang telah dihasilkan di daerah setempat juga sudah memiliki nama dan diminati masyarakat. Namun beberapa tahun belakangan sejalan dengan perkembangan, petani mulai menanam alpukat.

"Kami ingin membuka lembaran baru. Harga alpukat sangat bagus dan banyak manfaatnya. Jadi kami beralih ke alpukat," ujarnya.

Petani yang karib dipanggil Pala ini mengembangkan 15 jenis alpukat di lahanyang cukup luas. Diantaranya ia menanam alpukat merah dari Vietnam selain alpukat jenis hass dari Australia yang lagi naik daun.

"Harga alpukat hass ini di kebun petani bisa sekitar Rp50 ribu per kilogram. Dengan posisi ketinggian daerah di sini, juga cocok untuk ditanam alpukat," ucapnya.

Sementara itu, Pastika mengaku salut dengan semangat petani yang begitu tinggi dalam mengembangkan usaha pertanian.

"Selain bisa mendatangkan pendapatan. Ini juga sebagai langkah menyelamatkan, melestarikan lingkungan sekaligus menciptakan Bali sebagai Provinsi Hijau," katanya.

Gubernur Bali periode 2008-2018 itu menambahkan bahwa memelihara alam itu merupakan tugas dan yad-nya (persembahan) sehingga jangan alam sampai terbengkalai.

"Ini tugas bersama dan mesti dilakukan bersama-sama dalam memelihara alam agar terawat sesuai konsep Tri Hita Karena. Bagaimana setiap jengkal tanah yang dimiliki dapat bermanfaat, baik bagi diri sendiri, keluarga maupun untuk lingkungan," kata Pastika.

Selain itu, Pastika juga mengingatkan agar petani dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

India Jadi Korban Pesta Gol Brasil, Tim Samba Menang 4-0

37 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
India Jadi Korban Pesta Gol...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.