Berkah Kehadiran Bandara, Kota Kediri Berubah dari Kota Industri ke Jasa

Rabu, 13 Des 2023, 00:19 WIB

Kediri - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kediri, Jawa Timur, memprediksi bahwa ke depan kota ini akan berubah dari kota industri pengolahan menjadi kota ekonomi berbasis jasa imbas dari adanya Bandara di Kediri.

"Dulu sudah kami prediksi di tahun 2015. Perubahan itu semakin nyata saat pemerintah pusat mengumumkan pembangunan Bandara Dhoho dan jalan tol sebagai salah satu proyek strategis nasional. Jadi mau tidak mau kami harus berubah ke ekonomi berbasis jasa," kata Kepala Bappeda Kota Kediri Chevy Ning Suyudi di Kediri, Selasa.

Pihaknya tidak memungkiri jika memiliki kekhawatiran bernasib sama dengan kota - kota lain yang dilalui jalan tol. Beberapa titik - titik transit berupa wisata kuliner menjadi sepi karena beroperasinya jalan tol.

"Kami pasti punya kekhawatiran itu. Tapi tetap optimiskarena sudah melakukan perubahan sejak 10 tahun yang lalu. Seperti pembangunan beberapa perguruan tinggi negeri, pondok pesantren yang membuat Kota Kediri menjadi kota tujuan bukan hanya kota transit," kata Chevy.

Dirinya menambahkan di akhir 2023 hingga 2024, pihaknya memiliki tugas untuk menyusun RPJPD untuk tahun 2025 - 2040. Selain itu dengan pergantian kepemimpinan Wali Kota Kediri pada tahun 2024 dan masa kekosongan kepala daerah pada 2025, Bappeda Kediri harus melakukan penyusunan RPJMD untuk masa transisi tersebut.

"Seharusnya pergantian Wali Kota dilakukan tahun 2024, tapi karena ada pilkada serentak pelantikan Wali Kota Kediri baru bisa dilaksanakan diperkirakan pada bulan Februari hingga April 2025. Jadi kami harus mengisi kekosongan perencanaan di tahun 2025 dengan rencana pembangunan masa transisi," kata dia.

Pihaknya juga menggelar diskusi dengan menghadirkan tiga narasumber yaitu salah satu pegiat komunitas kreatif di Kota Kediri Arief Priyono, Founder Jagoan Indonesia Dias Satria, serta Founder Let's Play Indonesia Arif Bawono Surya. Kegiatan ini diikuti para pemilik ekonomi kreatif di kota ini.

Ia berharap dari kegiatan diskusi yang digelar, para pelaku ekonomi kreatif di kota ini dapat memberikan masukan yang sesuai dengan RPJPD tahun 2025 hingga 2040 untuk menuju Kota perdagangan dan jasa.

Pelaku ekonomi kreatif di Kota Kediri, Arief Priyono menyarankan pentingnya pemerintah daerah melakukan pemetaan industri kreatif di Kota Kediri, sehingga orang di luar Kota Kediri mengetahui apa yang diinginkan jika sedang berkunjung di Kota Kediri.

"Perlu melakukan pemetaan dan analisis mana saja karya - karya terbaik di Kota Kediri dari sisi industri kreatif dan perlu database yang mudah dijangkau semua orang," ujarnya.

Ia menambahkan, jika sudah terkoneksi dengan database pemerintah dapat membuat kurikulum yang baik untuk melakukan edukasi membangun industri kreatif.

Setelah semuanya telah dilakukan, pemerintah dapat menyaring ide - ide dari pelaku industri kreatif. Dari ide - ide tersebut dapat di kurasi dan diwujudkan melalui festival industri kreatif tahunan.

"Kami lihat industri kreatif seperti di Kota Bandung, Jakarta, Yogyakarta bisa besar dan dikenal luas seperti sekarang karena ada peran pemerintah. Kami harap Pemkot Kediri juga melakukan hal yang sama jika ingin memperbanyak action di dunia industri kreatif," kata Arief.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.