Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UE Capai Kesepakatan Mengenai Undang-undang AI

📅 Minggu, 10 Des 2023, 14:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
UE Capai Kesepakatan Mengenai Undang-undang AI Doc: AFP
Ket. Para perunding UE menetapkan pembatasan penggunaan AI di Eropa, namun masih berupaya mendorong inovasi .

BRUSSELS - Negara-negara anggota Uni Eropa dan anggota parlemen mencapai kesepakatan pada Jumat (8/12) mengenai bagaimana merancang aturan yang mengatur model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) seperti ChatGPT, setelah 36 jam negosiasi.

Pada pertemuan di Brussel, para perunding menetapkan pembatasan penggunaan AI di Eropa, yang menurut mereka tidak akan merugikan inovasi di sektor ini maupun prospek bagi para pemimpin AI di Eropa di masa depan.

"Bersejarah! Dengan kesepakatan politik mengenai Undang-Undang AI yang disahkan hari ini, UE menjadi benua pertama yang menetapkan aturan yang jelas untuk penggunaan AI," kata komisioner pasar internal UE, Thierry Breton.

"Undang-Undang AI lebih dari sekadar buku peraturan - ini adalah landasan bagi perusahaan rintisan dan peneliti Uni Eropa untuk memimpin perlombaan global AI yang dapat dipercaya," tambahnya.

"Undang-Undang AI" diajukan secara terburu-buru dalam proses legislatif Uni Eropa tahun ini setelah chatbot ChatGPT, gerbang pasar massal menuju AI generatif, mulai populer pada akhir 2022.

Meskipun kemampuan ChatGPT dalam membuat esai dan puisi yang artikulatif menunjukkan kemajuan pesat AI, para kritikus khawatir tentang bagaimana teknologi tersebut bisa disalahgunakan.

Perangkat lunak AI generatif, yang juga mencakup chatbot Google Bard, dapat dengan cepat menghasilkan teks, gambar, dan audio dari perintah sederhana dalam bahasa sehari-hari.

Contoh lain dari AI generatif antara lain Dall-E, Midjourney, dan Stable Diffusion, yang dapat membuat gambar dalam hampir semua gaya sesuai permintaan.

Para perunding awalnya gagal mencapai kesepakatan setelah perundingan maraton yang dimulai pada hari Rabu berlangsung selama 22 jam dan berakhir hanya dengan kesepakatan melanjutkan perundingan pada hari berikutnya.

Tidak ada tenggat waktu yang pasti, namun para tokoh senior Uni Eropa sangat ingin mendapatkan kesepakatan sebelum akhir tahun ini.

Komisi Eropa, badan eksekutif UE, pertama kali mengusulkan undang-undang tersebut pada 2021 untuk mengatur sistem AI berdasarkan penilaian risiko model perangkat lunak.

Semakin tinggi risiko terhadap hak-hak atau kesehatan individu, misalnya, semakin besar pula kewajiban sistemnya.

Undang-undang tersebut masih perlu disetujui secara resmi oleh negara-negara anggota dan parlemen, namun kesepakatan politik yang dicapai pada hari Jumat dipandang sebagai rintangan serius terakhir.

"Undang-undang AI adalah yang pertama di dunia. Sebuah kerangka hukum unik untuk pengembangan AI yang dapat Anda percaya," kata Ketua Uni Eropa Ursula von der Leyen menyambut baik kesepakatan tersebut, dalam sebuah postingan di media sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.