Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Tujuh Program Prioritas Kemenag, Salah Satunya Penguatan Moderasi Beragama

📅 Minggu, 10 Des 2023, 03:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini Tujuh Program Prioritas Kemenag, Salah Satunya Penguatan Moderasi Beragama Doc: ANTARA/Nancy L Tigauw
Ket. Kakanwil Kemenag Sulut Sarbin Sehe saat memberikan arahan dan membuka Media Gathering Kemenag Sulut, di Manado, Sabtu (9/12/2023).

Manado - Kementerian Agama (Kemenag) lakukan sosialisasi tujuh program prioritas pada sejumlah media di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"Kami secara masif melakukan sosialisasi tujuh program prioritas Kemenag kepada seluruh lapisan masyarakat, dan kali ini kepada media di Sulut," kata Kakanwil Kemenag SulutSarbin Sehe, pada Media Gathering Kemenag Sulut, di Manado, Sabtu.

Dia mengatakan pihaknya berharap media sebagai mitra Kemenag akan bersama-sama menyosialisasikan semua program untuk kesejahteraan masyarakat dan umat.

Kakanwil menjelaskan tujuh program prioritas tersebut yaitu penguatan moderasi beragama, transformasi digital, revitalisasi KUA, kemandirian pesantren,Cyber Islamic University, Religiosity Index,dan tahun kerukunan umat beragama.

Moderasi beragama, katanya, cara pandang, sikap dan prilaku beragama yang dianut dan dipraktikkan oleh sebagian besar penduduk negeri ini, dari dulu hingga sekarang.

Pemerintah pun menjadikan moderasi beragama sebagai salah satu program nasional.

Sehingga, katanya, salah satu dari tujuh program prioritas ini sangat penting untuk digaungkan.

Ia menjelaskan kedua transformasi digital, semua jajaran ASN di Kemenag harus melek teknologi, sehingga bisa menggunakan layanan digital dengan baik.

Sarbin mengatakan juga revitalisasi KUA telah dilakukan di Sulut, dan ke depan akan terus ditingkatkan.

Kemandirian pesantren, katanya, diberikan pendanaan untuk berusaha dan mengembangkannya, sehingga bisa mandiri.

Cyber Islamic University adalahuniversitas yang kita desain 100 persen virtual.

Untuk indeks kesalehan umat beragama, katanya, akan diukur praktek di dunia nyata yaknibagaimana pengaruh dengan relasi sosial.

Hal ini, katanya, harus menjaga hubungan baik dengan Tuhan juga hubungan baik dengan manusia.

Ia mengatakan untuk tahun kerukunan umat beragama, tidak diragukan lagi, kerukunan beragama di Sulut sangat tinggi, dan diharapkan akan terus ditingkatkan.

Kakanwil berharap pihak Kemenag dan media yang merupakan mitra kerja, untuk bersama-sama mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya program prioritas Kemenag.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.