Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sebanyak 68 Rumah di Sukabumi Rusak Terdampak Gempa

📅 Jumat, 08 Des 2023, 23:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sebanyak 68 Rumah di Sukabumi Rusak Terdampak Gempa Doc: ANTARA/Aditya Rohman
Ket. Kondisi salah satu rumah di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jabar yang mengalami rusak berat akibat terdampak gempa M4,0 yang berpusat di Kota Bogor pada Jumat, (8/12/2023).

Sukabumi - Sebanyak 68 rumah di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat rusak akibat terdampak gempa berkekuatan M4,0 yang berpusat di Kota Bogor pada Sabtu, (8/12). sekitar pukul 02.00 WIB.

"Sebanyak 68 rumah yang rusak akibat terdampak gempa bumi tersebar di enam kedusunan di Desa Cipeuteu. Dari jumlah tersebut sebanyak sembilan rumah rusak berat, 28 rumah rusak sedang dan 31 rumah rusak ringan," kata Kepala Desa Cipeuteuy Purnama Wijaya di Sukabumi, Jumat.

Menurut Purnama, tidak hanya rumah saja yang mengalami kerusakan tetapi saranan ibadah seperti masjid dan tembok penahan tanah (TPI) di Kampung Pasir Masigit juga rusak.

Selain itu, dampak gempa ini juga memicu terjadinya bencana pergeseran tanah dan ada 13 rumah yang terancam bencana ini. Maka dari itu, pihaknya berharap seluruh warga yang mendiami rumah itu segera dievakuasi oleh Pemkab Sukabumi khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.

Pemerintahan Desa Ciipeuteuy saat ini masih melakukan pendataan jumlah rumah atau bangunan yang terdampak gempa serta fokus mengevakuasi warga yang rumahnya rusak parah akibat gempa yang terjadi Jumat dini hari.

"Untuk sementara kami mengungsikan warga yang rumahnya rusak berat ke saudaranya atau tenda yang disediakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi," tambahnya.

Purnama mengatakan bagi warga yang ingin mengungsi pihaknya juga telah menyiapkan tenda pengungsian, meskipun saat ini penyintas masih tetap tinggal di rumah masing-masing meskipun dalam kondisi sudah rusak.

Namun jika cuaca hujan pihaknya akan mengevakuasi ke tenda atau diminta mengungsi ke rumah saudaranya yang tidak terdampak. Bantuan darurat pun sudah mulai disalurkan kepada para penyintas. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah bangunan yang rusak masih akan terus bertambah karena data tersebut sifatnya masih sementara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.