Nadiem: Teknologi Lengkapi Guru dalam Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Kamis, 07 Des 2023, 06:40 WIBMenteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, menyatakan keberadaan teknologi mampu melengkapi peran-peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.
"Kami di Kemendikbudristek selalu meyakini peran teknologi sebagai enabler. Teknologi tidak akan menggantikan peran guru, tenaga pendidik, dan kepala sekolah," kata Nadiem dalam Perilisan Laporan Kajian Dampak Platform Teknologi Kemendikbudristek di Jakarta, Rabu (6/12).
Nadiem menjelaskan teknologi dalam dunia pendidikan dimanfaatkan oleh Kemendikbudristek melalui Merdeka Belajar untuk memaksimalkan potensi sumber daya manusia (SDM) dalam mengakselerasi perubahan ke arah yang lebih baik.
Dampak dari teknologi terhadap peningkatan kualitas pendidikan pun telah dikaji oleh konsultan manajemen global independen yaitu Oliver Wyman yang mencatat transformasi teknologi melalui gerakan Merdeka Belajar mampu memberi hasil yang menjanjikan.
Dalam riset ini, Oliver Wyman melakukan analisis berdasarkan survei terhadap 118.000 guru dan kepala sekolah serta data aktual penggunaan pemanfaatan platform digital yang diluncurkan Kemendikbudristek.
Analisis Oliver Wyman terhadap transformasi pendidikan di Indonesia menunjukkan tanda-tanda positif peningkatan efisiensi, serta perubahan pola pikir dan perilaku di kalangan pelaku pendidikan.
Hal itu lantaran Kemendikbudristek mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar dengan membangun dan mengembangkan ekosistem produk teknologi, seperti Platform Merdeka Mengajar (PMM), Rapor Pendidikan, ARKAS, dan SIPLah.
Pada 2019, dari 3 juta guru di Indonesia hanya 620 ribu yang mengikuti pelatihan kompetensi karena keterbatasan kuota, namun pada November 2023 ternyata PMM berhasil meningkatkan jumlah peserta pelatihan yaitu 4,1 juta peserta atau meningkat tujuh kali lipat. Lalu, lebih dari 40 persen atau 80 ribu guru di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) telah menggunakan aplikasi tersebut untuk mengakses materi pembelajaran berkualitas.
Hal ini menyebabkan pergeseran budaya di kalangan pelaku pendidikan di seluruh negeri menuju mentalitas pembelajar sepanjang hayat dan fokus untuk memberikan pembelajaran berkualitas bagi murid.
Pergeseran paradigma juga terjadi di Kemendikbudristek dalam pengembangan ekosistem produk teknologi yang berorientasi pengguna dan terintegrasi.
PMM telah membantu meningkatkan keterampilan belajar mengajar guru-guru di Indonesia dengan 84 persen di antaranya memanfaatkannya untuk aktivitas terkait pembelajaran, seperti Pelatihan Mandiri dan webinar. Ant/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Rombak Kabinet Prabowo, Eks Wakasad Resmi Dampingi Amran Sulaiman di Kementan
-
Mikel Arteta Perpanjang Kontrak di Arsenal hingga 2030
-
Jakarta Diprediksi Diguyur Hujan Ringan Jumat Ini, Cek Wilayahnya
-
Kabel Semrawut, Gerakan 5M Didorong Percepat Penataan Kabel Bawah Tanah
-
Bantuan Beras Jadi Penyangga Daya Beli Masyarakat Berpendapatan Rendah
-
Asus dan Agres.id Hadirkan Destinasi Teknologi Terpadu di Dramaga, Bogor
-
Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo karena Alasan Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.