Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Lonjakan Inflasi, Pemerintah Sulbar Operasi Pasar Jelang Natal

📅 Kamis, 07 Des 2023, 02:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Lonjakan Inflasi, Pemerintah Sulbar Operasi Pasar Jelang Natal Doc: ANTARA/M Faisal Hanapi
Ket. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga sembako jelang Natal dan Tahun Baru 2024 di Mamuju, Rabu (06/12/2023).

Mamuju - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga sembako jelang Natal dan Tahun Baru 2024.

Kepala Dinas TanamanPangan Holtikultura dan Peternakan (DTHP) Provinsi Sulbar, Waris Bestari di Mamuju, Rabu, mengatakan pemerintah Sulbar melakukan operasi pasar dengan menggelar pasar murah di Kota Mamuju untuk mencegah inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru.

Ia mengatakan, pada pasar murah yang digelar pemerintah tersebut memberlakukan diskon 20 persen kepada masyarakat yang datang sebagai pembeli agar setiap komoditi sembako terjangkau harganya bagi masyarakat.

"Pasar murah itu, untuk mencegah inflasi dan memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia bagi masyarakat dan juga agar harganya tetap dapat dijangkau masyarakat," katanya.

Menurut dia, pemerintah Sulbar telah menggelar pasar murah sebanyak 29 kali sejumlah titik tersebar pada enam Kabupaten di Sulbar sebagai langkah pemerintah mengendalikan inflasi.

"Meskipun inflasi di Sulbar sekitar 2,21 persen dan masih terkendali, namun antisipasi tetap dilakukan agar tidak terjadi kenaikan harga sembako jelang Natal dan Tahun Baru, dengan menggelar pasar murah ini," katanya.

Ia menyampaikan, kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah tersebut lebih murah dari harga pasaran, karena disediakan diskon 20 persen untuk setiap komoditi yang dijual pemerintah kepada masyarakat yang datang membeli.

Setelah diberlakukan diskon 20 persen, maka harga beras dijual dengan harga Rp10.000 per kilogram, selain itu juga dijual telur dengan harga Rp44.000 per rak dan bawang putih 32.000 per kilogram di pasar murah itu.

Kemudian harga minyak goreng dijual dengan harga Rp13.000 per kilogram, kemudian cabe keriting dijual dengan harga 19.000 per kilogram, bawang merah dengan harga Rp18.000 per kilogram dan daging ayam 56.000 per kilogram.

Ia menyampaikan, pasar murah yang digelar pemerintah Sulbar atas kerja sama Pemerintah Sulbar dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulbar, Badan Ketahanan Pangan Nasional, Perum Bulog, dan Bank Indonesia BI Perwakilan Sulbar.

Ia berharap, dengan pasar murah tersebut dapat membuat daya beli masyarakat juga dapat meningkat, serta menjaga stok sembako di Sulbar tetap tersedia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.