Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sebanyak 27 Juta Anak Kelaparan Terdampak Krisis Iklim Tahun 2022

📅 Kamis, 30 Nov 2023, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sebanyak 27 Juta Anak Kelaparan Terdampak Krisis Iklim Tahun 2022 Doc: ISTIMEWA
Ket. Bencana Kelaparan

NAIROBI - Peristiwa cuaca ekstrem di negara-negara yang rentan terhadap perubahan iklim menyebabkan lebih dari 27 juta anak mengalami kelaparan tahun lalu. Angka tersebut mencerminkan peningkatan tajam sebesar 135 persen dibandingkan tahun 2021.

Demikian dikatakan badan amal yang berbasis di Inggris, Save the Children, Selasa (28/11), dalam sebuah analisa menjelang pembukaan KTT Iklim COP-28 di Dubai.

Seperti dikutip dari AFP, Rabu (29/11), analisa tersebut mengatakan anak-anak merupakan hampir separuh dari 57 juta orang yang terjerumus ke dalam tingkat krisis kerawanan pangan akut atau lebih buruk lagi di 12 negara karena cuaca ekstrem pada tahun 2022, menurut data dari sistem pemantauan kelaparan IPC.

Dari 12 negara tersebut, negara-negara di Tanduk Afrika adalah negara yang paling terimbas, dengan Ethiopia dan Somalia memiliki sekitar separuh dari 27 juta anak yang menghadapi kelaparan.

"Ketika kejadian cuaca terkait iklim menjadi lebih sering dan parah, kita akan melihat konsekuensi yang lebih drastis terhadap kehidupan anak-anak," kata CEO Save the Children, Inger Ashing, dalam sebuah pernyataan.

Badan amal tersebut meminta para pemimpin yang bertemu di COP-28 di Dubai untuk mengambil tindakan terhadap krisis iklim dengan mengakui anak-anak sebagai agen perubahan utama, namun secara lebih luas juga mengatasi penyebab kerawanan pangan lainnya seperti konflik dan lemahnya sistem kesehatan.

Paling Rentan

Save the Children menyoroti situasi di Somalia, yang dianggap sebagai salah satu negara paling rentan terhadap perubahan iklim, yang terjebak dalam lingkaran setan kekeringan dan banjir.

Badan amal itu mengatakan hujan lebat dan banjir baru-baru ini yang melanda banyak wilayah di negara itu telah menyebabkan sekitar 650.000 orang mengungsi, sekitar separuhnya adalah anak-anak.

Di tempat lain, Save the Children mencatat bahwa dua juta anak di Pakistan masih mengalami kekurangan gizi akut setelah banjir melanda sepertiga wilayah negara itu tahun lalu.

Di seluruh dunia, Save memperkirakan 774 juta anak atau sepertiga populasi anak global, hidup dengan dampak ganda yaitu kemiskinan dan risiko iklim yang tinggi.

Dalam laporan yang dikeluarkan pekan lalu, Save the Children mengatakan bahwa lebih dari 17,6 juta anak akan dilahirkan dalam kondisi kelaparan tahun ini atau seperlima dibandingkan satu dekade lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Hasil Liga Europa: Bournemo...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.