KAI Daop 9 Pasang Alat Pendeteksi di Jalur Kereta Rawan Longsor

Kamis, 30 Nov 2023, 00:21 WIB

Banyuwangi - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember membawahi Banyuwangi, Jawa Timur, memasang alat pendeteksi dini tanah bergerak dalam upaya antisipasi bencana tanah longsor di sepanjang jalur kereta api di wilayah kerjanya.

Pelaksana Harian (Plh) Manajer Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember Anwar Yuli Prastyo mengatakan, menjelang masa angkutan libur Natal Tahun 2023 dan Tahun Baru 2024 seluruh persiapan sudah dilakukan termasuk pengecekan sarana prasarana operasional kereta api.

"Pemasangan alat pendeteksi dini tanah bergerak di jalur kereta api sementara dipasang di satu titik, yakni di kawasan Gunung Gumitir (Banyuwangi selatan) dekat terowongan, karena di lokasi itu rawan longsor saat musim hujan," katanya saat dihubungi dari Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu.

Anwar menjelaskan bahwa alat pendeteksi dini tanah bergerak sebagai upaya antisipasi apabila terjadi longsor di jalur kereta api, petugas bisa secara cepat mendapatkan informasi melalui pesan singkat (SMS) ketika terjadi longsor.

Alat pendeteksi tanah bergerak di titik rawan longsor itu di pasang di kawasan Gunung Gumitir karena berpotensi terjadi longsor ketika hujan lebat.

"Alat pendeteksi dini tanah bergerak itu selain pemberitahuan lewat pesan singkat, juga memberikan notifikasi dan sirine. Tapi di Gunung Gumitir kami sudah melakukan upaya mengurangi terjadinya longsor di jalur kereta api," kata Anwar.

Selain itu, lanjut dia, PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga menugaskan dan menyiagakan personel di sejumlah titik rawan bencana alam longsor maupun bencana banjir memasuki musim hujan tahun ini.

"Di wilayah kami dari Kabupaten Pasuruan sampai Banyuwangi mayoritas sudah hampir tiap hari terjadi hujan sesuai laporan BMKG," kata Anwar.

PT KAI Daop 9 Jember Anwar Yuli Prastyo mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan keseluruhan menjelang libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, dan KAI juga telah menetapkan masa liburNatarumulai tanggal 21 Desember 2023 hingga 7 Januari 2024.

Kereta api berangkat dari stasiun Banyuwangi, reguler ada 14 perjalanan tiap harinya,, nantinya juga bisa ditambah jika ada peningkatan penumpang menjelang liburNataru.

Kereta api jarak jauh yang terus beroperasi, dari stasiun di Banyuwangi, di antaranya KA Tawang Alun relasi Ketapang dan Malang Kota Lama dan KA Tanjung Wangi Ketapang-Lempuyangan, KA Ketapang-Surabaya (Gubeng), Ka Wijaya Kusuma relasi Ketapang-Cilacap, KA Blambangan relasi Ketapang-Semarang.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.