Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Yogyakarta Sediakan Rumah Aman bagi Korban Kekerasan

📅 Rabu, 29 Nov 2023, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Yogyakarta Sediakan Rumah Aman bagi Korban Kekerasan Doc:  Antara/Andreas Fitri Atmoko

YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta memaksimalkan penanganan dan pendampingan terhadap korban berbagai bentuk kekerasan dengan menyediakan rumah aman.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta Sarmin di Yogyakarta, Rabu (29/11), mengatakan rumah aman di Kota Yogyakarta mulai efektif difungsikan pada Januari 2024.

"Rencananya mulai kita fungsikan Januari (2024). Sekarang sedang mendekati selesai, kami sedang siapkan ada bed-nya, ada lemari, dan ada televisi-nya," kata Sarmin.

Dia menuturkan rumah aman berlaku sama untuk seluruh korban, baik perempuan, laki-laki, maupun anak. "Kami tidak membatasi baik untuk laki-laki maupun perempuan," ujar dia.

Mengacu data Sistem Informasi Gender dan Anak (Siga), Sarmin menyebut kasus kekerasan di Kota Yogyakarta hingga akhir Oktober 2023 tercatat sebanyak 217 kasus, sedangkan khusus untuk Oktober tercatat 23 kasus.

Dari 217 kasus tersebut, 186 kasus dialami perempuan dan 31 sisanya dialami laki-laki, dimana 64 korban dari total keseluruhan masih berusia anak-anak terdiri 24 laki-laki dan 40 perempuan.

Bentuk kekerasan yang dialami para korban beragam, mulai dari kekerasan fisik, verbal, perundungan, hingga kekerasan seksual.

Meski selama ini kasus kekerasan sebagian besar dialami kaum perempuan, Sarmin menjelaskan kekerasan juga bisa dialami oleh laki-laki.

"Bisa jadi pelakunya sesama laki-laki juga bisa, atau pelakunya dari istri juga ada," ujar dia.

Menurut Sarmin, ratusan kasus kekerasan itu sebagian telah diselesaikan secara kekeluargaan, dan sebagian lainnya dilanjutkan ke ranah hukum.

Dia mengklaim tingginya data kasus kekerasan di Kota Yogyakarta seiring upaya sosialisasi dan edukasi yang terus digencarkan sehingga kesadaran masyarakat, khususnya korban kekerasan untuk melapor meningkat.

Terbitnya Undang-Undang (UU) tentang Tindak Pidana Kekersan Seksual (TPKS) juga dinilai banyak berkontribusi meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kekerasan di sekitarnya.

"Stigma terhadap korban kekerasan memang masih ada. Justru tujuan kami melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat secara langsung untuk menghilangkan itu karena kalau nanti yang mendominasi perasaan malu melapor, itu akan menjadi bom waktu," ujar dia.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Yogyakarta Udiyati Ardiani menambahkan rumah aman utamanya diperuntukkan bagi korban-korban kekerasan yang perlu segera mendapat perlindungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Advertisement
Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.