Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

India Berpacu dengan Waktu Selamatkan 41 Penambang yang Terjebak di Terowongan Bawah Tanah

📅 Rabu, 29 Nov 2023, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
India Berpacu dengan Waktu Selamatkan 41 Penambang yang Terjebak di Terowongan Bawah Tanah Doc: ANTARA/HO-Dok Yayasan Apel Green Aceh
Ket. Dokumentasi - Aktivitas diduga tambang emas ilegal di sebuah kawasan di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.

New Delhi - Pihak berwenang di Himalaya India berusaha membuat terobosan dalam upaya menyelamatkan 41 pekerja yang terjebak selama lebih dari dua pekan di terowongan bawah tanah yang runtuh. Mereka kini tinggal beberapa meter untuk bisa diselamatkan.

"Hampir 52 meter telah selesai (dipasangi pipa). Diperkirakan bakal ada penerobosan sampai 57 meter," kata Pushkar Singh Dami, Ketua Menteri negara bagian Uttarakhand, kepada wartawan di lokasi kejadian, pada Selasa.

Operasi penyelamatan besar-besaran dimulai di distrik Uttarkashi pada 12 November ketika Terowongan Silkyara yang sedang dibangun runtuh sehingga membuat 41 pekerja terjebak. Mereka bisa bertahan hidup berkat perbekalan yang dikirim melalui pipa.

Operasi penyelamatan mendapatkan banyak gangguan, sehingga menunda penyelamatan pekerja.

Sebelumnya, sekitar 60 meter tanah perlu dibersihkan agar bisa melewati pipa sehingga dapat menjangkau para pekerja yang terjebak itu, kata para petugas penyelamat.

Pihak berwenang mengerahkan orang-orang yang disebut "para penambang tikus" yang mengebor bebatuan dan kerikil dengan menggunakan tangan pada Senin malam.

Penambang tikus kebanyakan mengebor secara manual di jalur sempit dan sebagian besar bekerja di pertambangan.

Pemerintah India mengungkapkan jadwal penyelamatan yang ditetapkan bisa berubah-ubah akibat gangguan teknis, medan Himalaya yang menantang, dan keadaan darurat yang tidak terduga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Ekonomi
AirNav Indonesia Perkuat Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.