Semifinal Piala Dunia U-17 Suguhkan Partai Ideal

Senin, 27 Nov 2023, 06:49 WIB

JAKARTA - Empat tim terdiri dari Argentina, Jerman, Prancis dan Mali diprediksi akan menampilkan partai ideal untuk ditonton. Mereka akan memperebutkan tiket final Piala Dunia U-17 2023. Argentina berhadapan dengan Jerman dan Prancis bertemu Mali dalam laga semifinal yang berlangsung di Stadion Manahan Solo, Selasa (28/11).

Prancis menjadi satu-satunya mantan juara yang tersisa. Sedangkan Argentina, Jerman dan Mali mengincar mahkota perdana di Piala Dunia U-17. Berikut ulasan keeempat tim yang akan bersaing di semifinal alasan mengapa mereka mampu melaju hingga ke babak empat besar.

Ket. Foto: Argentina melaju ke babak semifinal I Timnas Argentina dan ofisial berselebrasi usai mengalahkan Timnas Brasil di perempat final Piala Dunia U-17 2023 di Jakarta International Stadium, Jakarta, Jumat (24/11). Argentina melaju ke babak semifinal usai mengalahkan Brasil dengan skor 3-0. — Sumber: ANTARA/Sigid Kurniawan

Setelah kekalahan mengejutkan di pertandingan pembuka dari Senegal, Argentina dengan cepat menemukan alur permainan. Setelah itu Argentina membuat lawan-lawan tak berdaya dengan permainan menyerang.

Kapten tim Argentina U-17 Claudio Echeverri menjadi sorotan menyusul hattrick sensasionalnya dalam kemenangan 3-0 atas Brasil di perempat final. Pemain dengan nomor punggun 10 itu hanya salah satu dari skuad lini depan yang menakutkan.

Ian Subiabre dan Santiago Lopez secara konsisten menunjukkan kecepatan, tipu daya, dan penetrasi. Sementara itu, penyerang tengah Agustin Roberto tampil tajam di depan gawang lawan. Dia telah mencetak lima gol dan merupakan pencetak gol terbanyak Piala Dunia U-17 bersama Echeverri.

Bakat kreatif tim ini dilengkapi dengan tingkat kerja kolektif dan ketahanan defensif mereka yang mengesankan. Selain mencatatkan 16 gol di Piala Dunia U-17 2023, mereka juga mencatatkan clean sheet di tiga pertandingan terakhir.

Argentina kalah 1-2 dari Senegal di laga pembuka, tapi menang 3-1 atas Jepang dan unggul telak 4-0 atas Polandia di babak grup. Di babak 16 besar Argentina menjaringkan bola lima kali tanpa balas ke gawang Venezuela. Mereka menyingkirkan Brasil juga dengan skor telak 3-0 di perempat final.

Argentina telah memenangkan Piala Dunia tiga kali dan Piala Dunia U-20 enam kali, namun belum pernah memenangkan edisi U-17.

Jerman melewati fase grup dengan catatan sempurna. Jerman mencetak tiga gol di setiap pertandingan dan hanya kebobolan dua kali. Langkah Jerman di babak sistem gugur sama mengesankannya. Tim asuhan Christian Wuck dua kali diimbangi Amerika Serikat dalam pertandingan babak 16 besar, namun tiga gol sekali lagi menjadi angka ajaib. Bilal Yalcinkaya mencetak gol di menit ke-87 untuk membawa timnya lolos dengan kemenangan 3-2.

Permainan sepak bola menyerang dan terbuka membuat Jerman mencatatkan tidak kurang dari 70 tembakan dalam empat pertandingan pembukaan. Situasi itu membuka jalan bagi upaya defensif pragmatis melawan Spanyol di perempat final.

Meski Spanyol memiliki lebih banyak penguasaan bola, mencatatkan lebih banyak umpan dan melepaskan 23 tembakan ke gawang dibandingkan dengan lima tembakan Jerman. Penalti Paris Brunner di babak kedua menjadi penentu kemenangan Jerman.

Dengan rasa percaya diri yang mengalir dalam diri tim Jerman U-17 itu, Wuck telah menunjukkan kemampuan untuk mengubah taktik ketika saatnya tiba. Jerman bisa menjadi tim yang sulit ditembus oleh kekuatan Argentina yang tampaknya tak terbendung di semifinal.

Laju Prancis sejauh ini didasari pertahanan yang luar biasa. Prancis belum kebobolan satu gol pun dalam lima pertandingan di Indonesia 2023. Tak hanya itu Prancis U-17 telah mencatatkan sepuluh clean sheet berturut-turut.

Kiper Paul Argney sedang dalam performa terbaiknya. Dia melakukan penyelamatan penentu kemenangan dalam adu penalti di babak 16 besar melawan Senegal. Sedangkan lini belakang mereka diatur dengan baik oleh kapten Joachim Kayi Sanda.

Tim asuhan Jean-Luc Vannuchi menggabungkan kekuatan fisik dengan keunggulan teknis dan taktis yang mengesankan. Meskipun Prancis belum tampil menyerang sejauh ini di fase sistem gugur, pemain seperti Mathis Lambourde, Tidiam Gomis, dan Ismail Bouneb bisa membalikkan keadaan dalam sekejap. Tidak termasuk adu penalti, Prancis U-17 hanya kalah satu kali dari 27 pertandingan terakhir.

Wakil Afrika

Mali tampil mengesankan sepanjang Piala Dunia U-17. Mereka memperlihatkan permainan sepak bola menyerang yang tak kenal takut. Kemenangan 3-0 atas Uzbekistan yang mengesankan dan kemenangan 5-1 atas Kanada memastikan Mali lolos dari Grup B, dengan satu-satunya noda di catatan adalah kekalahan tipis 1-0 dari Spanyol.

Penampilan mengesankan dalam laga melawan Meksiko membuat Mali lolos ke babak delapan besar dan melakoni pertandingan bersejarah antarsesama tim asal Afrika, Maroko. Tim asuhan Soumalia Coulibaly mendominasi sepanjang pertandingan, dan menambah jumlah gol mereka di turnamen ini menjadi 14 gol dengan kemenangan 1-0. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.