Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertumbuhan Ekonomi Harus Dirasakan Masyarakat Lokal

📅 Senin, 27 Nov 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pertumbuhan Ekonomi Harus Dirasakan Masyarakat Lokal Doc: ISTIMEWA
Ket. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas)

JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyatakan paradigma pembangunan bukan sekadar mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan.

Deputi Bidang Ekonomi Kementeriab PPN/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti di sela-sela Road to Indonesia Development Forum (IDF) 2023 di Pulau Biak, Kabupaten Biak Numfor, Papua, akhir pekan lalu mengatakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan itu salah satunya dengan memanfaatkan potensi ekonomi biru.

"Inklusif artinya bisa dirasakan oleh masyarakat lokal, bisa memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, dan berkelanjutan harus ramah lingkungan, tidak merusak lingkungan," kata Amalia.

Dia pun berharap ekonomi biru dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan dari ekonomi di Indonesia, khususnya di Provinsi Papua dengan menimbang potensi laut yang luar biasa.

Ekonomi biru jelasnya memiliki prospek masa depan untuk ekonomi Indonesia karena memberikan manfaat dari aspek sosial dan lingkungan, serta membuat ekonomi di Tanah Air lebih inklusif dan berkelanjutan.

"Potensi laut ini perlu kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk bisa memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua, dan juga untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi Papua masa depan. Kami yakin, ekonomi biru akan lebih inklusif dan lebih berkelanjutan," katanya.

Potensi laut kata Amalia harus dimanfaatkan dengan menciptakan hilirisasi dari sumber daya alam laut. Hal itu berarti tidak hanya menjual komoditas laut yang mentah, tetapi juga harus mampu membangun industri-industri olahan berbagai produk lain dan menciptakan pariwisata berkelanjutan.

"Untuk mendorong pembangunan ekonomi biru di provinsi Papua, bukan hanya ikan laut kemudian kita jual, tetapi bagaimana kita bisa mendorong sektor-sektor yang bernilai tambah lebih tinggi, sektor-sektor yang bisa berdaya saing melalui hilirisasi sumber daya laut yang lebih berkelanjutan dan lebih inklusif," kata Amalia seperti dikutip dari Antara.

Ekonomi Kerakyatan

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa yang diminta pendapatnya dari Jakarta mengatakan, pembangunan ramah lingkungan hanya bisa optimal jika orientasinya adalah pertumbuhan ekonomi yang bukan saja inklusif tetapi juga demokratis.

"Demokratis yaitu pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh peranan besar ekonomi rakyat dan koperasi, bukan segelintir elit korporasi dan oligarki,"tegas Awan.

Demokrasi ekonomi katanya adalah prasyarat pembangunan keberlanjutan. Tanpa itu, maka hanya akan menimbulkan ketimpangan yang semakin lebar dan berpotensi krisis ekonomi dan konflik sosial.

Guru Besar Ilmu Kebijakan Publik dari Universitas Brawijaya, Andy Fefta Wijaya mengatakan, blue economy merupakan pendekatan ekonomi berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya laut dan kelautan secara bijaksana yang diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

"Oleh karena itu diperlukan peta potensi laut dan sumber daya kelautan termasuk perikanan, pariwisata laut, energi terbarukan atau bioteknologi laut," kata Andy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.