Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu: APBN Perlu Terus Dijaga Agar Jadi Andalan Hadapi Berbagai Tekanan

📅 Sabtu, 25 Nov 2023, 10:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkeu: APBN Perlu Terus Dijaga Agar Jadi Andalan Hadapi Berbagai Tekanan Doc: ANTARA/HO-Kementerian Keuangan
Ket. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat pertemuan menteri keuangan pada Asia Pasific Economic Cooperation (APEC).

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) perlu terus dijaga agar bisa menjadi instrumen andalan dalam menghadapi berbagai tekanan.

"Kita perlu untuk terus menjaga APBN sebagai instrumen yang selalu diandalkan dalam menghadapi berbagai tekanan," kata Sri Mulyani, di Jakarta, Sabtu (25/11).

Pernyataan tersebut merespons hasil diskusi bersama para menteri keuangan anggota forum Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). Dalam diskusi itu, para menteri keuangan sepakat bahwa kondisi perekonomian global masih menantang dengan ketidakpastian yang meningkat.

Risiko tersebut di antaranya berasal dari stance kebijakan moneter global (higher for longer) dan peningkatan tensi geopolitik yang memperlemah prospek ekonomi global.

Menimbang hal itu, dibutuhkan instrumen yang dapat menjaga ketahanan negara.

"Komitmen untuk terus menjaga APBN itu sangat penting karena ini adalah alat yang menjadi fondasi dan sekaliguspowerfuluntuk meng-addressisu-isu pembangunan," ujar dia.

Di samping itu, Bendahara Negara mengungkapkan pertemuan APEC juga membahas tentangmodern supply sideekonomi, terutama bagaimana disrupsi sisi suplai baik karena geopolitik maupun karena teknologi menjadi ancaman stabilitas perekonomian di Asia Pasifik.

Para Menteri Keuangan APEC berkomitmen mendukung serangkaian kebijakan di sisi suplai untuk mengatasi kegagalan pasar dan mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berdaya tahan, inklusif, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut difokuskan pada peningkatan suplai tenaga kerja, sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, research and development (R&D), serta investasi untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.

Kemudian, APEC juga membahas mengenai sustainable finance. Sri Mulyani menyebut hal itu menjadi salah satu yang penting dan konsisten di bahas dalam pertemuan G20, yakni mengenai pentingnya untuk terus mendukung transisi energi secara bersih terutama di berbagai negara, termasuk pendanaan perubahan iklim dari negara maju kepada negara berkembang sebesar 100 miliar dolar AS sampai dengan tahun 2025.

Terakhir, para Menteri Keuangan APEC mendukung ekosistem aset digital yang resilien, inklusif, dan inovatif dengan menjaga standar aturan yang tinggi dan meningkatkan stabilitas keuangan serta mitigasi risiko yang ditimbulkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

56 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.