Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PKJN RSJMM gandeng IPB University deteksi dini pencegahan bunuh diri

📅 Rabu, 22 Nov 2023, 23:18 WIB | Oleh:
PKJN RSJMM gandeng IPB University deteksi dini pencegahan bunuh diri Doc: ANTARA/Indriani
Ket. Penandatanganan kerja sama antara Fakultas Ekologi Manusia IPB University dengan Pusat Kesehatan Jiwa Nasional (PKJN) Rumah Sakit Jiwa dr H Marzoeki Mahdi (RSJMM) terkait upaya pencegahan bunuh diri dan kesehatan mental di Bogor, Rabu (22/11/2023).

Jakarta - Pusat Kesehatan Jiwa Nasional Rumah Sakit Jiwa dr H Marzoeki Mahdi (PKJN RSJMM) menggandeng IPB University dalam melakukan deteksi dini pencegahan bunuh diri.

"Ide bunuh diri, ancaman dan percobaan bunuh diri merupakan hal serius yang harus segera ditangani. Sehingga dibutuhkan langkah preventif untuk menurunkan angka kejadiannya, " ujar Direktur Utama PKJN RSJMM, Dr dr Nova Riyanti Yusuf SpKJ, di Bogor, Rabu.



Deteksi dini tersebut dilakukan dengan melakukan pemindaian QR Code yang terhubung dengan instrumen pencegahan bunuh diri yang disediakan oleh PKJN RSJMM. Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama terkait kesehatan mental mahasiswa antara PKJN RSJMM dengan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University.

Juga dilakukan penempelan QR Code di sejumlah fasilitas publik yang berisi instrumen pencegahan dan upaya penanganan masalah kesehatan mental.

Nova menambahkan untuk kasus bunuh diri pada remaja, salah satu hal penting yang dapat dilakukan yaitu deteksi dini, yang bertujuan untuk menemukan faktor risiko penyebab bunuh diri pada remaja.

American Academy of Child and Adolescent Psychiatry membagi fase remaja menjadi tiga, yaitu Early Adolescence (11 - 13 tahun), Middle Adolescence (14 - 18 tahun), dan Late Adolescence (19 - 24 tahun).

Fase middle adolescence adalah fase yang sangat rentan karena remaja berpikir secara abstrak tetapi juga mempunyai keyakinan tentang keabadian dan kedigdayaan sehingga mendorong timbulnya perilaku mengambil risiko.



"Pada fase ini, remaja lebih memiliki pola pikir abstrak sehingga dapat tertantang untuk mencoba segala hal, termasuk ke arah pola hidup yang tidak baik, seperti penggunaan tembakau dan alkohol, bereksperimen dengan narkotika, psikotropika dan zat adiktif, "jelas dia.

Wakil Dekan I FEMA IPB University, Dr Megawati Simanjuntak, menyambut baik kerja sama tersebut. " Kerja sama ini diharapkan tidak hanya pada hari ini saja, tetapi berlanjut dengan kegiatan-kegiatan promotif, " katanya.

Megawati berharap, psikolog maupun psikiater dari PKJN RSJMM dapat hadir dan memberikan layanan konseling pada mahasiswa. Hal itu dikarenakan berdasarkan data satu dari 20 remaja, lanjut dia, mengalami masalah mental.

Ketua Satgas Kesehatan Mental FEMA IPB University, Dr Melly Latifah, mengatakan salah satu penyebab kesehatan mental yakni kesepian yang disebabkan karena berbagai hal seperti kehilangan, dan lainnya.

Oleh karena itu, Melly meminta agar para mahasiswa dapat berpikir positif, meningkatkan kualitas hubungan, bergabung dengan komunitas, aktif dalam layanan sosial, dan bicaralah dengan seseorang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.