Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dolar Turun, Investor Yakin The Fed Selesai Naikkan Suku Bunga

📅 Selasa, 21 Nov 2023, 08:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dolar Turun, Investor Yakin The Fed Selesai Naikkan Suku Bunga Doc: ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
Ket. Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Senin (20/11/2023).

NEW YORK - Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (20/11) atau Selasa (21/11) pagi WIB karena investor tetap yakin bahwa Federal Reserve telah selesai dengan siklus kenaikan suku bunganya.

Indeks dolar yang mengukur nilai dolar terhadap enam mata uang utama lainnya melemah 0,47 persen menjadi 103,4383.

Jadwal perekonomian lebih tenang karena pekan liburan Thanksgiving di Amerika Serikat, sementara fokus utama investor yaitu risalah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) November yang akan dirilis pada Selasa.

Presiden Federal Reserve Bank Richmond Tom Barkin mengatakan pada Senin (20/11) bahwa inflasi AS telah turun dengan baik, namun beberapa perusahaan berencana untuk terus menaikkan harga dan itu berarti The Fed harus mempertahankan suku bunga pada tingkat yang relatif tinggi untuk waktu yang lama.

"Saya melihat inflasi menjadi persisten dan hal ini membuat saya berpendapat bahwa suku bunga akan lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama," ujar Barkin.

FedWatch Tool milik CME Group menunjukkan bahwa pasar memperkirakan kemungkinan 99,8 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuannya Desember 2023.

Indeks Ekonomi Utama (LEI) Conference Board untuk Amerika Serikat turun 0,8 persen secara bulanan menjadi 103,9 pada Oktober, menyusul penurunan bulanan sebesar 0,7 persen pada September, berdasarkan rilis The Conference Board pada Senin (20/11).

LEI mengalami kontraksi sebesar 3,3 persen selama periode enam bulan antara April dan Oktober 2023, penurunan yang lebih kecil dibandingkan kontraksi sebesar 4,5 persen selama enam bulan sebelumnya.

"Lintasan LEI AS tetap negatif dan tingkat pertumbuhan enam dan dua belas bulannya juga berada di wilayah negatif pada Oktober," kata manajer senior indikator siklus bisnis The Conference Board Justyna Zabinska-La Monica.

Setelah jeda pada September, LEI kembali memberi sinyal resesi dalam waktu dekat. Conference Board memperkirakan peningkatan inflasi, suku bunga tinggi, dan kontraksi belanja konsumen, akan membawa perekonomian AS ke dalam resesi yang sangat singkat.

"Kami memperkirakan PDB riil akan meningkat hanya 0,8 persen pada tahun 2024," ujar Zabinska-La Monica.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik ke 1,0946 dolar AS dari 1,0899. Pound Inggris naik ke 1,2510 dolar AS dari 1,2449 dolar AS.

Sementara itu, dolar AS mencapai 148,3030 yen Jepang, lebih rendah dari 149,6650 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,8843 franc Swiss dari 0,8856 franc Swiss.

Selanjutnya, dolar AS menguat menjadi 1,3722 dolar Kanada dari 1,3717 dolar Kanada dan dolar AS melemah menjadi 10,4398 krona Swedia dari 10,5313 krona Swedia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Amankan Aksi Demo, Polisi d...
Advertisement
Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.