Italia Hanya Perlu Hasil Imbang Saat Kontra Ukraina

Senin, 20 Nov 2023, 06:53 WIB

BERLIN - Luciano Spalletti dan tim Italia asuhannya berjanji untuk bermain menyerang dalam dalam pertandingan krusial melawan Ukraina di Leverkusen, Selasa (21/11) dini hari WIB. Italia mengalahkan Makedonia Utara 5-2 pada hari Sabtu untuk menyalip Ukraina, naik ke posisi kedua dalam grup. Italia hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan lolos otomatis ke Piala Eropa atau Euro 2024.

"Kami lebih positif di bawah asuhan Spalletti," ujar Federico Chiesa yang mencetak dua gol dalam kemenangan atas Makedonia Utara. Italia mengambil beberapa risiko lagi dalam pertahanan. Chiesa ingin bermain melawan Ukraina dengan mentalitas ini.

Ket. Foto: Italia mengalahkan Makedonia Utara I Bek Italia, Matteo Darmian (tengah) berselebrasi bersama rekan setimnya setelah mencetak gol saat pertandingan Grup C kualifikasi UEFA Euro 2024 antara Italia melwan Makedonia Utara di Stadion Olimpiade, Roma, Sabtu (18/11). Italia mengalahkan Makedonia Utara 5-2 pada Sabtu untuk menyalip Ukraina naik ke posisi kedua dalam grup. — Sumber: Filippo MONTEFORTE / AFP

Italia yang merupakan juara juara Piala Eropa 2020 gagal lolos ke dua putaran final Piala Dunia terakhir. Kekalahan bagi Italia melawan Ukraina akan membuat negara Eropa Timur yang dilanda perang itu lolos ke Euro 2024. Jika itu terjadi, Italia menghadapi turnamen playoff pada tahun 2024 untuk memiliki kesempatan mempertahankan gelar.

Meskipun bermain imbang akan memberi Gli Azzurri tiket ke Jerman untuk turnamen tahun depan. Asuhan Spalletti berjanji untuk tidak berdiam diri dan bertahan seperti tim-tim Italia masa lalu. Dalam kemenangan melawan Makedonia Utara, tim juara Eropa dua kali itu membiarkan gawang kebobolan. Memimpin 3-0 di babak pertama, Italia kebobolan dua gol di babak kedua dari upaya Jani Atanasov.

Permainan menyerang adalah ciri khas Spalletti. Dia menerapkan gaya permainan itu di Napoli musim lalu saat memenangkan Scudetto untuk pertama kalinya sejak era Diego Maradona. Pemain sayap Chiesa tampil berbahaya dan mencetak dua gol babak pertama. Dia tidak peduli dengan performa lini pertahanan timnya. "Yang penting kami menang," ucap Chiesa.

Chiesa mengatakan, lebih positif di bawah asuhan Spalletti. Itu berarti kami mengambil lebih banyak risiko di lini pertahanan. Dia menunjukkan ingin mendominasi permainan dan pantas menang. Chiesa menjanjikan hal sama saat menghadapi Ukraina.

"Kami ingin bermain melawan Ukraina dengan mentalitas ini dan menang di Leverkusen. Kami tidak boleh melewatkan kesempatan ini," tandasnya.

Keterpurukan Italia di babak kedua juga tidak terlalu menjadi perhatian Spalletti setelah pertandingan kontra Makedonia Utara. "Timnas Italia hebat, baik dari segi karakter maupun kualitas permainan," ujarnya.

Chiesa memperkirakan akan kesulitan dan mencoba bertahan. Sebaliknya, dia malah terus menyerang, melakukan pergerakan bersama, dan mencetak gol. Selain dua gol, ada beberapa peluang besar lainnya. Spalletti menyebut pertandingan melawan Ukraina sebagai "final". "Siapa pun yang tampil lebih baik akan pergi ke Euro," ujarnya.

Perjalanan Ukraina melalui babak kualifikasi luar biasa. Ini mengingat tim tersebut harus melakoni laga tandang di luar negara karena konflik yang sedang berlangsung. Meski bermain hampir 2.000 kilometer dari Kyiv, Ukraina kemungkinan besar akan menikmati suasana seperti di rumah sendiri di Leverkusen.

Ukraina hanya kalah satu kali dari tujuh pertandingan sejak bulan Maret. Tapi kekalahan itu terjadi di tangan Italia yang mengalahkan tim asuhan Serhiy Rebrov 2-1 di Milan.

Pecahkan Rekor

Sementara itu, Kylian Mbappe mencetak hattrick dalam kemenangan Prancis 14-0 atas Gibraltar. Hasil laga lain yang berlangsung Minggu (19/11) Belanda, Swiss, dan Rumania memastikan tempat di putaran final Piala Eropa 2024. Les Bleus mencetak rekor baru margin kemenangan di kualifikasi Piala Eropa. Gol bunuh diri Ethan Santos dan Marcus Thuram telah membuka keran gol sebelum Warren Zaire-Emery yang berusia 17 tahun mencetak gol.

Penalti Mbappe membuat skor menjadi 4-0 dan Jonathan Clauss, Kingsley Coman dan Youssouf Fofana mencetak gol sebelum jeda. Adrien Rabiot, Coman lagi dan Ousmane Dembele menjaga skor tetap berjalan sebelum Mbappe mencetak dua gol untuk memastikan hattrick-nya. Olivier Giroud kemudian masuk dari bangku cadangan untuk mencetak dua gol terakhir.

Namun skor tersebut akan menimbulkan pertanyaan baru mengenai perlunya laga antara tim raksasa dengan tim kecil dalam kalender pertandingan yang padat. "Kami melakukan segalanya untuk mewujudkan skor ini. Itulah ambisi yang ada di tim ini," ujar pelatih Prancis, Didier Deschamps. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.