Keren, BKKBN Sulsel Uji Coba Penggunaan Aplikasi Ini di Takalar
Sabtu, 18 Nov 2023, 02:20 WIBMakassar - Keren, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan uji coba penggunaan aplikasi Dasi Penting di Kabupaten Takalar untuk pengentasan masalah stunting.
"Ini sebagai salah satu upaya pengentasan masalah stunting yang menjadi fokus Pemerintah Indonesia saat ini. Stunting menjadi hambatan dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan berdaya saing," kata Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Shodiqin di Takalar, Jumat.
Dia mengatakan berbagai upaya intervensi dilakukan Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (pemda) dalam mempercepat penurunan stunting di Indonesia, salah satunya lewat inovasi yang dikembangkan BKKBN Sulsel melalui aplikasi Dasi Penting atau Dashboard Pemantauan dan Evaluasi Pendampingan Tematik Stunting.
Menurut dia, aplikasi Dasi Penting menjadi sarana dalam melakukan pemantauan dan evaluasi intervensi stunting yang dilakukan pemda dan lintas sektor.
"Aplikasi Dasi Penting yang Kami kembangkan harapannya dapat meningkatkan kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting di Sulsel, dimana data dan informasi stunting yang tersedia bisa menjadi dasar pemda dalam pengambilan kebijakanpenanganan stunting" ujar Shodiqin.
Dengan adanya Dasi Penting, lanjut dia, data stunting yang dihasilkan bisa lebih akurat dan valid karena melibatkan lintas sektor dalam penggunaanya, sehingga pemantauan dan evaluasi penanganan stunting di Sulsel bisa dilakukan secara tepat dengan datareal time.
"Dasi Penting bertujuan memperkuat sistem informasi yang akan digunakan dalam pengambilan kebijakan intervensi penanganan stunting di Sulsel, nantinya juga akan diintegrasikan ke dalam aplikasi InZting (ikhitiar men-Zero-kan stunting) Sulsel," ujarnya.
Shodiqin menambahkan sejumlah proses telah dilalui dalam pengembangan aplikasi ini, mulai dari penyusunan indikator dalam aplikasi, pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP), pelatihan operator, dan uji coba aplikasi.
Selanjutnya akan dilakukan pemantauan lapangan guna melihat sejauh mana efektifitas dan kekurangan aplikasi.
Pada kesempatan tersebut iaberterima kasih ke pemda setempat yang bersedia menjadi lokus uji coba aplikasi itu.
Kepala Dinas Dinas Pengendalian Penduduk, KB dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Takalar, dr Asriadi Ali, menyatakan siap mendukung pelaksanaan uji coba aplikasi itu dan berharap segera dapat diimplementasikan di setiap daerah, guna memantau intervensi percepatan penurunan stunting.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Ayustina Mempertahankan Jersi Kuning pada Etape Kedua Tour of Vietnam
-
Generasi Muda RI Enggan Nikah dan Miliki Anak, BKKBN Temukan Faktor Utama Penyebabnya
-
Update Keracunan Massal di Cianjur: Polisi Uji Sampel Makanan MBG dan Periksa 5 Saksi
-
KKP Pastikan Layanan Pelabuhan Perikanan Tetap Optimal di Libur Lebaran 2026
-
Kapolda Metro Minta Perkuat Peran Siswa Jaga Keamanan Lingkungan Sekolah
-
Aturan Visa Diperketat, Masuk AS Bakal Kian Sulit
-
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Ingatkan Pemudik Jaga Kesehatan dan Keselamatan Saat Perjalanan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.