Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Festival Film Penting bagi Perkembangan Film Indonesia, Ini 3 Alasannya

24 Sabtu, 18 Nov 2023, 15:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Festival Film Penting bagi Perkembangan Film Indonesia, Ini 3 Alasannya Festival Film Penting bagi Perkembangan Film Indonesia, Ini 3 Alasannya Doc: ANTARA/Bayu Pratama S
Ket. Aktris Prilly Latuconsina berpose usai meraih penghargaan Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2023 di Jakarta, Selasa (14/11/2023). Prilly Latuconsina menang melalui perannya dalam film "Budi Pekerti".

Hariyadi, Universitas Jenderal Soedirman

Malam anugerah Festival Film Indonesia (FFI) baru saja digelar 14 November 2023 kemarin. Sebelumnya, Madani Film Festival digelar pada 7-12 Oktober 2023. Festival yang bertajuk Celebrating Muslim Diversity ini dibuka dengan pemutaran Restoring Solidarity yang merupakan koleksi 20 film dokumenter 16mm dari berbagai negara yang ditemukan di Jepang yang merekam perjuangan rakyat Palestina sejak dulu hingga sekarang sehingga menunjukkan solidaritas dunia terhadap Palestina yang tidak dibatasi oleh sekat-sekat geografis dan agama.

Dua minggu setelah Madani Film Festival, Jakarta Film Week diselenggarakan untuk ketiga kalinya pada tanggal 25 sampai 29 Oktober 2023. Dalam ajang ini, film Budi Pekerti yang masuk dalam daftar nominasi film terbaik di FFI 2023 diputar pertama kali untuk umum.

Beberapa festival film yang baru muncul juga mendapatkan perhatian dari para penikmat film di kota-kota besar. Salah satunya adalah Jakarta World Cinema Week yang hadir menayangkan sejumlah film yang telah meraih penghargaan bergensi dari beberapa negara pada 11-19 November 2023.

Para wartawan hiburan juga ikut menunjukan apresiasi terhadap film-film karya sineas Indonesia dengan melaksanakan Festival Film Wartawan Indonesia 2023 pada akhir bulan Oktober lalu.

Tak hanya di kota besar, festival film juga diselenggarakan di kota-kota kecil. Salah satunya adalah Festival Film Purbalingga yang diselenggarakan pada bulan Juli dan diikuti oleh pelajar Sekolah Menengah Atas dan sederajat di wilayah Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara dan Kebumen (Banyumas Raya), Jawa Tengah.

Festival ini memiliki ciri khas yaitu memutar film ke desa-desa di Banyumas Raya secara bergiliran dengan model "layar tanjleb" atau layar tancap.

Sementara itu, salah satu festival 'veteran' yaitu Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) akan kembali digelar akhir November hingga awal Desember 2023 nanti. Menyusul kemudian Festival Film Dokumenter pada tanggal 3-8 Desember. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bahkan menyelenggarakan Festival Film Bulanan yang setiap bulannya menyeleksi dan memilih dua film pendek terbaik berdasar zonasi, baik film fiksi maupun dokumenter, yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia.

Namun, apakah maraknya festival film ini berbanding lurus dengan semakin berkualitasnya film-film Indonesia?

Forum apresiasi

Penyelenggaraan festival, betapapun maraknya, tidak berdampak langsung pada peningkatan kualitas perfilman secara menyeluruh karena memang festival film lebih berfungsi sebagai media promosi dan distribusi film serta melayani kepentingan berbagai pemangku kepentingan daripada ajang peningkatan kualitas film.

Meski demikian, buku Direktori Festival Film Dunia dan Indonesia yang disusun oleh oleh Komite Film Dewan Kesenian Jakarta & Coordination for Film Festival in Indonesia (COFFIE), menyebutkan bahwa kegiatan utama festival-festival di Indonesia adalah apresiasi terhadap karya-karya yang telah dibuat, sehingga semakin semarak suatu festival, semakin berkembang pula apresiasi terhadap film.

Artinya, jika festival memberikan penghargaan yang kompetitif seperti pada FFI, Minikino Film Week, Festival Film Bandung dan beberapa festival lainnya, maka apresiasi secara mutu juga meningkat.

Terlebih jika film-film yang diikutkan pada festival tersebut dikurasi secara baik. Hal ini akan mendorong para pembuat film untuk berlomba-lomba membuat film yang tidak hanya mengedepankan aspek popularitas tetapi juga aspek kualitas, baik secara tema maupun estetika (keindahan).

Manfaat festival film bagi publik juga semakin terlihat ketika penyelenggara festival memfasilitasi pertemuan-pertemuan antarpenonton film, antarpembuat film, dan antarpegiat film maupun antara penonton, praktisi, dan akademisi film.

Pertemuan-pertemuan yang terselenggara dalam banyak bentuk mulai dari sekedar ngobrol santai, diskusi serius, maupun sesi tanya jawab pascapemutaran film ini pada gilirannya akan mampu menumbuhkan ekosistem perfilman yang sehat yang mendukung tumbuhnya film-film berkualitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
Nasional
Perum Bulog dan Menko Panga...

Wisata Kebun Stroberi Jadi Daya Tarik di Mamasa

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Wisata Kebun Stroberi Jadi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.