- Home
-
- Megapolitan
-
- Warung Tradisional Didoron...
Warung Tradisional Didorong Berbasis Digital
Selasa, 14 Nov 2023, 04:00 WIBTANGERANG - Terbuka kesempatan bagi para pengelola warung tradisional untuk bertransformasi menjadi warung rakyat berbasis digital (Warung Qta). Informasi ini disampaikan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kota Tangerang, Suli Rosadi, Senin (13/11).
"Disperindagkop UKM Kota Tangerang membuka peluang warung tradisional untuk menjadi Warung Qta. "Pemilik warung harus mendaftar menjadi anggota Koperasi Pemasaran. ??????Caranya, mengisi formulir tentang data warung. Setelah itu, mengisi surat pernyataan kesediaan menggunakan aplikasi Pikkat by Telegram.
"Ini dilengkapi dengan foto warung bagian depan dan dalam," ujarnya. Suli menuturkan, pemilik warung yang ingin mendapat formulir pendaftaran dapat menghubungi pendamping di setiap wilayah yang telah dibina DisperindagkopUKM Kota Tangerang.
"Nantinya, seluruh kebutuhan pemberkasan yang perlu diisi akan diberikan beserta seluruh informasi dan pengarahan lebih lanjut lainnya," katanya. Sejak April sampai Oktober 2023, Disperindagkop UKM bersama dengan camat di 13 kecamatan melakukan sosialisasi pembentukan warung digital di 13 kecamatan. Saat ini di Kota Tangerang sudah ada 940 Warung Digital di 13 kecamatan.
Sementara itu, terkait pengadaan barang di warung digital, Pemkot Tangerang sudah bekerja sama dengan pabrikan besar, koperasi, hingga petani. Mereka adalah produsen pertama di setiap produk atau komoditas. Dengan begitu, dipastikan seluruh produk Warung Qta lebih murah dari pasaran. "Secara jumlah targetnya 1.000 Warung Qta dan dapat terus bertambah," ujarnya.
Keunggulan
Megawati Sianturi, selaku pemilik Warung Joshua Periuk (anggota Warung Qta) menilai Warung Qta mempunyai banyak keunggulan dari warung rakyat tradisional. Contohnya, pemanfaatan aplikasi Pikkat by Telegram (bot) yang dilengkapi informasi katalog secara lengkap. Kemudian, fitur deteksi keberadaan warung terdekat dan transaksi pemesanan yang mudah.
Lalu Warung Qta dilengkapi dengan layanan cash on delivery (COD) yang memudahkan masyarakat dalam transaksi jual-beli. Sekarang sudah masuk zaman digital. Budaya berbelanja pun perlahan telah mulai berubah. "Saya merasa sangat terbantu adanya Warung Qta. Sebab menyediakan banyak kemudahan bagi penjual maupun pembeli, sehingga warung tradisional dapat terus bertahan, berkembang dan bersaing," katanya.
Sebelumnya, Suli Rosadi mengungkapkan, Warung Qta dapat meningkatkan daya saing warung tradisional di tengah persaingan bisnis ritel dengan pelaku peritel modern. "Warung tradisional yang telah berubah menjadi warung digital bisa bersaing dalam harga maupun pasokan barang," tandas Suli.
Lebih jauh Suli memastikan pasokan barang di Warung Qta akan terus tersedia karena telah bekerja sama dengan pabrikan maupun koperasi.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Indosat Serahkan Bantuan CSR Motor Pengangkut Sampah
-
10 Ribu Ibu Hamil dan Balita di Mataram Terakomodasi Dapat MBG
-
Gemini AI Kini Bisa Bikin Lagu dan Sampul via Lyria 3
-
Ini Lima Tren Infrastruktur Digital yang Membentuk Ekonomi Digital Indonesia Menuju 2026
-
Enam Langkah Strategis Diperlukan untuk Memperkuat Kedaulatan Negara
-
Industri Kripto Bantu Dongkrak Kesejahteraan Masyarakat Lewat Ekonomi Digital
-
Rekomendasi Bukber Ramadan 2026: Avenzel Hotel Sajikan Iftar Mewah Mulai Rp280 Ribu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.