Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gus Halim Ungkap Akurasi Data Pendamping Dukung Kemajuan Pembangunan Desa

📅 Selasa, 14 Nov 2023, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gus Halim Ungkap Akurasi Data Pendamping Dukung Kemajuan Pembangunan Desa Doc: kemendesa.go.id

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, menilai akurasi data yang dilaporkan pendamping desa atau tenaga pendamping profesional (TPP) menjadi salah satu pendukung kemajuan pembangunan desa.

"Tepat pada titik inilah peran tenaga pendamping profesional (TPP) bermakna. Kiprahnya di lapangan turut menentukan implementasi setiap kebijakan yang diterbitkan Kemendes PDTT dalam pembangunan desa," ujar Mendes PDTT dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/11).

Mendes PDTT mengatakan peranan strategis pendamping desa akan semakin besar dan luas sejalan dengan pesatnya pengembangan industri ekonomi lokal yang berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan.

"Kemajuan pembangunan desa tercapai berkat akurasi data, monitoring dan implementasi yang disampaikan pendamping desa. Data tersebut berdasarkan masalah dan kebutuhan warga desa di lapangan," kata dia.

Mendes PDTT lalu mengemukakan data pembangunan desa secara keseluruhan sepanjang tahun 2014-2023 tercatat status Desa Mandiri bertambah 11.282 desa, yakni dari 174 desa menjadi 11.456 desa.

"Kebutuhan peran pendamping desa meningkat sejalan dengan peningkatan status pembangunan desa. Ing madyo mangun karso," kata Gus Halim, demikian ia biasa disapa.

Gus Halim menambahkan saat ini Kemendes PDTT juga terus melakukan percepatan pengembangan transmigrasi dengan berbasis kawasan dalam suatu kesatuan sistem yang utuh.

Pengembangan transmigrasi ini, kata dia, membutuhkan peran badan usaha untuk membangun kawasan tersebut, terutama sistem kelistrikan. Menurut dia, pengembangan itu akan bermanfaat pada perekonomian setempat, seperti pada sektor peternakan, perikanan maupun pertanian. Di antaranya untuk pembangunan fasilitas pendinginan, pengolahan hasil pertanian, dan telekomunikasi.

Saat ini, tujuh kawasan transmigrasi telah masuk kategori Berdaya Saing. Sedangkan 12 kawasan masuk kategori Berkembang, dan 33 kawasan lainnya pada kategori Mandiri.

"Di Indonesia, terdapat 152 kawasan transmigrasi. Adapun RPJMN 2020-2024 menetapkan target revitalisasi 52 kawasan. Rata-rata nilai indeks kawasan transmigrasi tersebut telah meningkat, dari 48,74 persen poin menjadi 57,50 persen poin," papar dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.