Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Inflasi, Pemprov Kalbar Gencarkan Operasi Pasar

📅 Senin, 13 Nov 2023, 16:44 WIB | Oleh:
Cegah Inflasi, Pemprov Kalbar Gencarkan Operasi Pasar Doc: Antara
Ket. Pj Gubernur Kalbar Harisson gelar operasi pasar dengan mengunjungi sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Pontianak (HO)

PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus menggencarkan operasi pasar untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok bagi masyarakat, sebagai upaya pengendalian inflasi daerah.

"Saat ini, Tim Pengendali Inflasi Daerah terus menggencarkan operasi pasar. Jalannya dengan Operasi Pasar atau gelar pangan murah, dengan harapan bisa mengendalikan harga, karena kalau ada harga sembako yang naik masih bisa terkendali, jangan sampai naiknya melompat tajam," kata Pj Gubernur Kalbar, Harisson di Pontianak, Senin.

Menurut dia, dampak perang Ukraina-Rusia kemudian Hamas-Israel, tidak dipungkiri ini akan membawa dampak pada dunia. Harga-harga diprediksi akan melonjak, untuk itu kita harus kendalikan.

Namun, berdasarkan pemantauan di sejumlah pasar yang ada di Kalbar, disampaikannya, untuk saat ini harga-harga kebutuhan pokok masyarakat cenderung stabil.

"Seperti yang telah kita lihat pada Operasi Pasar saat ini, harga gula RP14.000 per/kilogram, cabe rawit Rp60.000/kilogram dan saat ini hargasayur-sayuran turun. Ini akan terus menjadi perhatian kita," tuturnya.

Sementara itu, Maidah yang merupakan salah satu warga yang membeli beras dan kebutuhan lainnya di Operasi Pasar mengatakan kegiatan Operasi Pasar ini sangat membantu untuk masyarakat yang kurang pendapatannya.

"Alhamdulillah ini bisa membantu, harganya bisa dijangkau dan lebih murah dari pasaran. Apalagi untuk kami masyarakat yang pemasukannya kecil," katanya.

Dirinya berharap kegiatan ini terus digencarkan. Sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya sehari - hari dengan harga yang terjangkau.

Sementara itu, pada rapat koordinasi pengendalian inflasi, Mendagri Tito Karnavian mengatakan bahwa untuk saat ini angka inflasi di Indonesia berada di peringkat terendah dibanding negara-negara lain atau tepatnya di rangking 141 dari 186 negara yang ada di dunia. Bahkan Indonesia yang tergabung dalam kelompok negara G20 kita (Indonesia) berada di peringkat 19 terendah dibanding dengan Uni Eropa Lainnya.

"Angka ini cukup bagus, bahwa Indonesia masih mampu menjaga stabilitas harga di tengah ketegangan politik di belahan dunia. Perang yang masih berlanjut Antara Rusia dan Ukraina, ditambah lagi agresi Israel dan Hamas," kata Mendagri Tito Karnavian.

Pada rakor yang dilaksanakan secara online tersebut Tito Karnavian juga mengingatkan kembali atas angka yang telah dirilis oleh Badan Pusat Statistik inflasi year on year atau perbandingan pada Tahun 2023 dan 2022 masih di angka 2,56 persen sebagaimana yang telah ditarget oleh Menteri Perekonomian sebagai Tim Pengendali Inflasi Pusat kurang lebih di angka 3 persen.

Namun kalau melihat perbandingan angka dari bulan ke bulan baik dari September ke Oktober terjadi kenaikan sebesar 0,17 persen. Ini masih terjadi kenaikan yang cukup signifikan, meskipun lebih rendah dari bulan Agustus ke September yang berada di angka 0,19 persen.

"Memang kita pernah mengalami deflasi sebesar minus 0,25 persen, terutama di bulan Agustus di angka 0,19 persen, September 0,17 persen, kemudian inflasi tahun kalender baik dari Desember Tahun 2022 ke Oktober 2023 masih terjadi kenaikan meskipun ini masih terkendali," kata Tito Karnavian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.