Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Perkuat Hilirisasi Industri Udang

📅 Jumat, 10 Nov 2023, 09:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Perkuat Hilirisasi Industri Udang Doc: istimewa

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mendorong penguatan industri udang dari hulu hingga hilir. Langkah itu dimaksudkan agar ekspor komoditas tersebut masuk ke pasar regional dan global secara kompetitif.

"Kita perlu memperkuat kedua aspek penting industri udang, yakni hulunisasi dengan pengembangan kapasitas, kualitas, dan produktivitas usaha tambak, serta hilirisasi dengan pengembangan produk olahan bernilai tambah dan diversifikasi produk perikanan untuk bisa masuk ke pasar regional dan global secara kompetitif," kata Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves, Firman Hidayat dalam Seminar Nasional & Shrimp Action Forum 2023 yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (9/11).

Firman mengatakan, Amerika Serikat (AS) dan Jepang menjadi tujuan utama ekspor udang Indonesia. Menurut dia, Indonesia seharusnya bisa mencari pasar-pasar baru lain yang potensial seperti Eropa, Timur Tengah, dan Tiongkok, mengingat kebutuhan pangan berbasis laut makin meningkat.

"Untuk itu, sekali lagi kita harus melakukan perbaikan sistem produksi di sisi hulu, kemudahan perizinan, infrastruktur, skema perkreditan yang murah, tata kelola, dan lain-lainnya, didukung oleh afirmasi kebijakan dan regulasi di pusat dan daerah," kata dia.

Tantangan Persaingan

Firman mengingatkan Indonesia menghadapi tantangan persaingan yang semakin ketat dengan berbagai negara produsen udang di dunia seperti Vietnam, Thailand, India, dan Ekuador.

Tantangan tersebut mengharuskan pemangku kepentingan Indonesia untuk bertindak lebih cepat dan antisipatif dengan mengintegrasikan hulu-hilir industri udang yang lebih efisien dan berdaya saing.

Dia mencontohkan keberhasilan tambak udang di Ekuador turut disokong dari penguatan dan pengembangan produksi induk dan industri pakan udang. Selain itu, kebijakan pemerintah yang kondusif juga turut menggenjot tambak udang Ekuador, termasuk akses kredit perbankan yang kuat, infrastruktur yang terjamin, keamanan usaha, serta konsistensi kebijakan yang ketat.

"Saya kira pelajaran-pelajaran dari berbagai negara mungkin kita bisa tiru dalam pelaksanaannya dalam mendorong akuakultur yang ada di Indonesia," ujar Firman.

Dia pun berharap agar semua kementerian/ lembaga serta instansi terkait bisa saling memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mendukung kebangkitan industri udang nasional. Dengan memperkuat kolaborasi, diharapkan target produksi udang sebesar 2 juta ton pada 2024 dan target lainnya terkait pengembangan tambak rakyat dalam RPJMN 2020-2024 bisa direalisasikan.

"Saya tegaskan dan sampaikan dalam forum seminar ini agar kita bersama-sama memperkuat afirmasi kebijakan pada tambak rakyat tradisional untuk keberlanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan devisa dari tambak udang ini," kata Firman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.