Pakar: Pengasuhan positif bisa bahagiakan ibu untuk turunkan stunting

Kamis, 09 Nov 2023, 23:26 WIB

Jakarta - Dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Institut Pertanian Bogor (IPB) Jawa Barat Yulina Eva Riany menyatakan bahwa pengasuhan positif bisa memberi kesempatan bagi ibu untuk lebih bahagia sehingga juga memberikan dampak positif untuk penurunan stunting.

"Pengasuhan positif prinsipnya memberikan kesempatan pada orang tua agar mampu secara mandiri mengatur kapasitas untuk mendisiplinkan anak, sehingga orang tua, utamanya ibu, bisa healing- sembuh sendiri, dan emosinya bisa lebih terregulasi," kata Yulina dalam diskusi yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, selain dapat menurunkan stres dan depresi, pengasuhan positif juga dapat menurunkan stunting(gangguan pertumbuhan pada anak) karena ibu merasa didukung untuk melakukan pengasuhan dengan bahagia.

"Sehabis melahirkan, ibu harus didukung penuh, sehingga dapat mengasuh denganhappyjuga. Pengasuhan yang penuh kehangatan, tidak terpaksa, danless punishment-minim hukuman bisa membuat ibu lebih bahagia, sehingga anak terhindar dari stunting," katanya.

Terkait upaya menurunkan stunting, ia juga menekankan pentingnya memperhatikan sanitasi, karena seringkali hal tersebut dilupakan oleh orang tua.

"Ada hasil penelitian dari Bangladesh, di mana aspek edukasi pada orang tua dan pola pengasuhan sudah diimplementasikan dengan baik. Namun, angka stunting negara itu justru meningkat, ternyata mereka lupa akan aspek sanitasi sehingga tingkat kesakitan pada anak tinggi," kataya.

Selain sanitasi, ia juga mengutarakan pentingnya edukasi pada sistem pendukung di lingkungan sekitar anak, misalnya keluarga besar, yang juga berpengaruh signifikan terhadap tumbuh kembang anak.

"Bagi generasi sandwich- generasi yang menanggung beban finansial ganda, banyak pengasuhan anak ada di tangan nenek, sehingga butuh edukasi agar nenek memiliki pemahaman yang sama dengan orang tua dalam memberikan pola pengasuhan yang optimal, pemenuhan kebutuhan gizi misalnya untuk makanan pendamping ASI, perspektifnya harus sama," kataYulina.

Sementara itu, Psikolog Senior dari Tanoto Foundation Fitriana Herarti, mengemukakan bahwa pengasuhan positif didasarkan pada kasih sayang, saling menghargai, dan melindungi hak-hak anak.

Fitriana juga menegaskan, secara tidak sadar orang tua bisa menerapkan pola asuh yang cenderung merundung anak.

"Akhir-akhir ini banyak kasus perundungan, sebenarnya tidak hanya antaranak, bahkan banyak kasus orang tua yang mem-bullyanaknya sendiri, misal membandingkan anaknya dengan orang lain. Komentar negatif yang awalnya bertujuan untuk mendorong agar mereka lebih baik, malah justru menjatuhkan mental, padahal setiap anak itu unik," kata Fitri.

Ia juga menjelaskan bahwa pengasuhan yang efektif yakni dengan mencontohkan langsung ke dalam sebuah perilaku, karena anak akan meniru apapun yang dilakukan oleh orang tuanya.

"Anak adalah peniru ulung, orang tua adalah modelnya. Apapun yang terjadi pada anak, merupakan refleksi dari orangtua. Bapak-ibunya teriak maka anak bisa menirukan, teriak juga kepada temannya," katanya.

"Jangan harap anak bisa cerdas apabila orang tua tidak cerdas dalam menerima informasi. Misal - bagi yang Muslim, ketika adzan orang tua tidak memberikan contoh langsung shalat, maka anak akan menirunya," katanya.

Dirinya juga menekankan pentingnya kebijakan yang tegas untuk mengatasi stunting dengan fokus pada peningkatan pola pengasuhan yang baik, salah satu contohnya yakni di Vietnam, di mana satu kebijakan dapat memberi dampak yang signifikan pada penurunan stunting di negara tersebut.

"Di Vietnam, pemerintah sangat mendukung ASI eksklusif, ibu bekerja boleh cuti enambulan untuk menyusui anaknya," katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Arif

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.